Showing posts with label mesin. Show all posts
Showing posts with label mesin. Show all posts

Wednesday, 17 February 2016

pelumas yang tepat bagi mesin kendaraan

Sebelum menentukan pelumas yang tepat bagi mesin kendaraan kita, sebaiknya harus mengetahui fungsi pelumas secara umum. Menurut buku kecil “Cara Smart Memilih Pelumas” yang diterbitkan oleh Pertamina Pelumas, fungsi pelumas yang baik, minimal harus memenuhi 4 fungsi, yaitu MELUMASI, MENDINGINKAN, MEMBERSIHKAN dan MELINDUNGI.

Setelah mengetahu fungsinya, barulah kita melangkah pada pemilihan jenis pelumas yang tepat bagi mesin kendaraan kita. Untuk dapat menjatuhkan pilihan yang tepat inipun, kita harus melakukannya secara teliti.
Nah, buku pedoman kepemilikan kendaraan sudah menyebutkan jenis pelumas yang tepat untuk mesin kendaraan anda itu. Biasanya di buku Petunjuk Perawatan Kendaraan anda itu tertera anjuran tingkat kekentalan (viscosity) pelumas yang disarankan. Ukuran kekentalan minya pelumas ditunjukkan dengan istilah SAE (Soceity of Automotive Engineers).

Selain SAE, buku Petunjuk Perawatan Kendaraan yang ada di kendaraan anda itu juga mensyaratkan adanya tingkat mutu atau unjuk kerja (performance level) pelumas yang disyaratkan. Kualitas pelumas ditunjukkan dengan istilah API Service. Nah, API Service ini digolongkan dalam dua katagori, yaitu untuk mesin bensin dan mesin diesel (solar).

Mesin Bensin : SA (Mesin dengan spesifikasi kuno – sudah jarang digunakan), SB (untuk mesin dengan tugas ringan – sudah tidak digunakan), SC (untuk mesin buatan antara tahun 1964-1967), SD (mesin buatan tahun 1968-1970), SE (mesin buatan 1971 ke atas), SF (mesin buatan tahun 1980 ke atas), SG (mesin buatan tahun 1989 ke atas), SH (mesin buatan tahun 1993 ke atas), SJ (mesin buatan tahun 1997 ke atas), SL (mesin buatan tahun 2002 ke atas), dan SM (mesin buatan tahun 2004 ke atas)

Mesin diesel : CA (mesin diesel tugas ringan), CB (mesin diesel tugas sedang), CC (mesin diesel tugas sedang dan berat), CD (mesin diesel tugas berat yang dilengkapi supercharger), CD-II (mesin diesel dua langkah), CE (mesin diesel tugas berat dengan turbo/supercharger), CF (mesin diesel buatan tahun 1994 ke atas), CF-2 (mesin diesel dua langkah), CF-4 (mesin diesel 4 langkah tugas berat buatan tahun 1990 dan beroperasi dengan kecepatan tinggi), CG-4 (mesin diesel empat langkah tugas berat buatan tahun 1994 dan beroperasi dengan kecepatan tinggi serta beban berat), CH-4 (mesin diesel kecepatan tinggi buatan tahun 1998 ke atas), CI-4 (mesin diesel tugas berat).

sumber : oto.co.id

Wednesday, 27 January 2016

Viscosity Index




Viscosity Index adalah nilai yang menentukan seberapa stabil pelumas pada suhu 40'C dan 100'C, makin tinggi nilainya, maka semakin stabil pelumas tersebut, dan semakin mahal harganya. Banyak orang beranggapan VI tidak dibutuhkan di negara Indonesia berdasarkan iklim, tetapi pantauan KV adalah pada 40'C dan 100'C sehingga nilai KV dibutuhkan untuk dianalisa guna menentukan seberapa baik nilai pelumas tersebut. 

VI tertinggi dimiliki oleh pelumas dengan base stock Group III ke atas yaitu >140. Tetapi, tambahan additives akan mementukan seberapa nilai VI yang terbentuk, dan VI tidak dapat ditambah dengan additives post-mix. Sehingga jangan berharap menambah additives oli merek X akan menambah Viscosity Index pelumas yang Anda gunakan

Semakin tinggi rentang viskositas, semakin dibutuhkan Viscosity Index yang tinggi, maka oli dengan rentang viskositas 0W-50 sejatinya membutuhkan Viscosity Index yang lebih tinggi dari oli dengan rentang viskositas 0W-20. Dan semakin tinggi VI sebuah pelumas, sedikitnya akan menentukan pula seberapa panjang oli tersebut dapat digunakan.
sumber:kaskus

Kinematic Viscosity

Kinematic Viscosity

Kinematic Viscosity atau KV adalah nilai atau besaran viskositas suatu pelumas pada suhu operasional, biasanya diukur pada suhu 40'C dan 100'C. KV adalah tingkat kekentalan suatu pelumas dan hubungannya dalam melepas panas. KV juga memiliki batasan-batasan yang sudah diatur, antara lain adalah:

Untuk 100'C
  • SAE 0W : 3.8 cSt
  • SAE 5W : 3.8 cSt
  • SAE 10W : 4.1 cSt
  • SAE 15W : 5.6 cSt
  • SAE 20W : 5.6 cSt
  • SAE 25W : 9.3 cSt
  • SAE 20 : 5.6 cSt - 9.3 cSt
  • SAE 30 : 9.3 cSt - 12.5 cSt
  • SAE 40 : 12.5 cSt - 16.3 cSt
  • SAE 50 : 16.3 cSt - 21.9 cSt
  • SAE 60 : 21.9 cSt - 26.1 cSt
  • SAE 70 : 26.1 cSt >


Apabila pelumas memiliki Viscosity Grade 0W-30 tetapi memiliki Kinematic Viscosity 100'C 15.1 cSt, maka pelumas tersebut harus dipertanyakan kualitasnya. Perumpamaan KV pada air bersuhu 20'C adalah 1 cSt, itu berarti makin turun nilainya maka makin encer atau makin mudah mengalir. Viskositas pelumas sudah diatur sedemikian rupa, sehingga saat 100'C tidak boleh sama dengan air, maka persepsi salah apabila ada seseorang yang mengatakan “Oli X encer kayak air jadi tidak bisa melumasi dengan sempurna,” tanpa bukti empiris ucapan itu hanya hoax belaka. Karena semakin encer maka semakin baik base stock dan juga additives pack yang digunakan, sehingga oli dengan tingkat kekentalan rendah memiliki resistansi yang lebih baik pada mesin. Hal tersebut terbukti dengan maraknya mobil-mobil baru yang beredar malah menggunakan oli 0W-20 atau 0W-30, jadi tidak ada hubungannya antara encer dan melindungi.
sumber : kaskus

Bisakah Pelumas Mobil Digunakan untuk Motor?



Secara umum, pelumas mesin mobil akan dapat digunakan untuk mesin motor matic, kalau untuk motor konvensional, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, karena ada karakteristik pelumas mobil yang sangat dilarang digunakan dalam mesin motor konvensional, hal yang perlu diperhatikan adalah:


Ilustrasi: Total Quartz 9000 Future GF-5 5W-30 pelumas Long Drain pertama yang diuji oleh TS hingga 10,000 Km di Honda Vario 110cc, memiliki sertifikasi yang dilarang untuk digunakan pada Motor Kopling Basah.

  • Mitos Jumlah Molybdenum, banyak yang mengatakan pelumas motor konvensional tidak boleh mengandung friction modifier semisal Molybdenum atau Titanium yang bersifat melincinkan dan meningkatkan nilai fuel efficiency yang salah-salah bisa membakar kopling motor kesayangan Anda. Padahal pada kenyataannya bukan Friction Modifier yang membuat kopling motor Anda selip, tetapi Organic Additives semacam Graphite yang membuat kopling Anda selip. Jika tidak percaya, coba lihat Jumlah Molybdenum pada Motul 300V 4T bahkan jauh lebih tinggi daripada Molybdenum pada PCMO sekalipun, tetapi dari user tidak pernah ada yang mengeluh kopling-nya selip. Perlu diketahui, Molybdenum, Boron, atau Titanium hanya bereaksi dengan Logam saja, tidak dengan komposit organic yang mungkin ada di Kopling.
  • API Resources Conserving atau API Energy Conserving, pelumas dengan API Starburst pasti mengacu kepada fuel efficiency, sehingga pasti pelumas akan sangat licin dan tidak dapat melumasi dan melindungi kopling secara bersamaan. API RC/EC biasanya menuntut oli bisa digunakan dalam jangka waktu yg lama dengan state stay-in-grade, sehingga perlu banyak Organic Additives dan tidak cocok dengan komposit kopling.
  • ILSAC GF-5, tidak disarankan digunakan dalam motor konvensional, karena sifatnya sama seperti API RC/EC menjamin oli dapat digunakan dalam waktu yang lama, dan bisa menghemat bahan bakar.
  • German Approval Oil, ya seperti namanya German Approval, mengacu kepada Manufacturer Jerman, seperti BMW, VW, dan Mercedes Benz. pelumas dengan sertifikasi baru mereka tidak cocok dengan motor kopling basah, karena ditakutkan mengakibatkan selip kopling. Terlebih pelumas dari pabrikan mereka menuntut Sustain Release untuk beberapa additives dan itu bisa berdampak kepada motor dengan kopling basah.


Apabila dahulu PCMO hanya bisa digunakan untuk motor matic saja, sementara pelumas HDEO bisa digunakan di motor matic atau motor manual, kini banyak yang menggunakan pelumas PCMO untuk motor dengan kopling basah, salah satu contohnya adalah ADNOC Voyager Silver 10W-40, Pertamina Fastron Techno 10W-40, dan Pertamina Fastron Fully Synthetic 0W-50. Penggunaan pelumas mobil pada motor akan menyebabkan beberapa dampak yang mungkin positif atau negatif tergantung kepada bagaimana Anda menanganinya. Tetapi, sepengalaman saya, penggunaan pelumas mobil lebih banyak efek positif ketimbang negatif-nya. Dan kita kembali ke rumusan awal, baik PCMO, HDEO, dan MCO adalah sama-sama Hydrocarbon Based, sehingga tidak masalah apabila Anda juga mau menggunakan MCO di mobil Anda, hanya saja limitasinya tambah banyak.\
sumber : kaskus

Apa perbedaan pelumas untuk mesin mobil dan mesin motor?


Secara fungsi, pelumas memiliki peran yang sama, mesin motor manual memiliki gearbox dan kopling yang menyatu dengan blok mesin, sehingga pelumas untuk mesin motor konvensional harus bisa melumasi mesin tanpa merusak komponen gearbox, terlebih kopling, karena kalau terlalu licin, kopling dapat selip dan mengakibatkan terbakar. Pelumas mobil secara umum tidak dapat melumasi kopling, sehingga sangat tidak cocok digunakan kepada mesin motor konvensional.

Mesin motor matic memiliki gearbox dan kopling terpisah dari blok mesin, sehingga pelumas hanya melumasi mesin saja, tanpa melumasi gearbox dan juga kopling. Hal ini sama dengan karakteristik mesin mobil yang memiliki kopling dan gearbox terpisah.

Perbedaan selanjutnya adalah antar mesin mobil dan mesin motor adalah suhu operasional, putaran mesin operasional,volume mesin dan kapasitas pelumas, serta daya kerja operasional. Secara teoritis, suhu operasional mesin motor lebih tinggi daripada suhu operasional mesin mobil karena absennya pendinginan stabil, atau radiator pada mesin motor, meski beberapa jenis motor sudah mengadopsi radiator, tetapi terkadang hal ini sering dilupakan para pemilik, sehingga fungsinya tidak optimal.

Selanjutnya adalah putaran mesin operasional motor lebih tinggi daripada mobil, tentu saja, mesin mobil memiliki lebih dari 1 silinder dengan kapasitas minimal 250cc per silinder, sehingga untuk menjalankan mobil tidak diperlukan tenaga putaran tinggi. Semakin banyak dan semakin tinggi kapasitas mesin, maka putaran operasionalnya makin rendah. Mobil bisa berjalan 100 Kmh dengan RPM hanya 2,500 RPM, sementara motor membutuhkan lebih dari 5,000 RPM untuk berjalan pada 100 Kmh. Tetapi perlu diperhitungkan, mobil berjalan 2,500 RPM dengan kondisi Long Stroke sementara motor berjalan 5,000 RPM dengan kondisi Short Stroke ingat pelumas bekerja untuk melumasi dinding silinder, piston, crankshaft, dan valve train, meski secara teoritis beban mobil terkesan ringan, tetapi secara volumetrik pelumasan lebih besar mobil berkali-kali lipat. Dan oleh sebab itu bisa dipastikan bahwa oli untuk mobil harus lebih baik daripada oli motor.


Ilustrasi: sebuah mobil dengan kapasitas mesin 3,500cc dan berat 2,200 Kg (1997 BMW E38 735iL) berjalan dengan kecepatan 160 Kmh hanya dengan 4,100 RPM di Tachometer.


Selanjutnya adalah volume mesin dan juga kapasitas pelumas. Dalam mobil berukuran mesin 1,000cc sampai 2,000 cc biasanya menggunakan 4 – 5 liter pelumas, itu berarti untuk dibutuhkan 2.5 mL pelumas untuk setiap cc mesinnya, sementara motor dengan kapasitas 100 cc – 125 cc membutuhkan pelumas 0.8 L, sehingga mesin motor membutuhkan 6.4 mL pelumas untuk setiap cc mesinnya. Hal tersebut tentu saja berpengaruh kepada tingkat retensi terhadap asam yang akan membuat pelumas cepat rusak. Secara rasio, seharusnya oli motor memiliki volumetrik lebih besar, dan itu berarti kerjanya lebih ringan dibandingkan mobil, apabila kita mengabaikan proses pelepasan panas.

Beban kerja sebenarnya tidak relevan apabila kita membandingkan motor dengan mobil, tetapi bisa kita jadikan acuan, bahwa kerja motor tidak seberat yang kita bayangkan.
  • Motor, Beban: 150 Kg | Kapasitas Silinder: 110 cc | Ratio Silinder/Beban = 0.733 (Paling ringan)
  • Mobil, Beban: 2,000 Kg | Kapasitas Silinder: 1,300 cc | Ratio Silinder/Beban = 0.65 (Moderate)
  • Truk, Beban: 20,000 Kg | Kapasitas Silinder: 8,000 cc | Ratio Silinder/Beban = 0.4 (Paling berat)

Asumsi semua kendaraan di atas di hitung termasuk pengemudi dan penumpang penuh, dari hitungan tidak relevan di atas, kita bisa simpulkan truk memiliki ratio paling berat dan motor paling ringan, sementara mobil tidak seberapa berat dibandingkan dengan truk. Ini acuan sederhana saja, sementara hitungan aslinya lebih rumit, tetapi bisa disimpulkan bahwa oli mereka bisa saling digunakan bergantian, ya bisa saling pakai tetapi memiliki limit masing-masing.

sumber : kaskus

Tuesday, 26 January 2016

Setel Pedal Kopling Kabel Atau Hidrolis


Foto: TYO/otomotifnet
Setel Pedal Kopling Kabel Atau Hidrolis, Gampang Eksekusinya
Jakarta - Kondisi jalanan yang lebih banyak macet, bikin pengguna kendaraan bertransmisi manual banyak yang mengeluh. Kaki kiri jadi pegal karena sering menginjak kopling saat hendak memasukkan atau memindah ke gigi persneling. “Urusan pegal di kaki kiri karena keseringan menginjak pedal kopling, memang bikin enggak nyaman saat berkendara. Tapi bukan berarti hanya berdiam diri. Tinggi rendah pedal kopling, bisa disetel sesuai keinginan,” kata Sukandi Endah, mekanik OTOMOTIF Service Station di Jl. Panjang, Jakbar.
Apa yang dibilang Sukandi itu, bisa dilakukan sendiri di rumah dengan alat yang cukup sederhana. Hanya saja, perlu diperhatikan apakah kedaraan Anda itu pakai sistem kopling kabel seperti Toyota Avanza atau Kijang Innova yang pakai model hidrolis. Kalau sudah tahu pakai hidrolis atau enggak, selanjutnya bisa tengok langkah setel pedal kopling seperti ini. • (otomotifnet.com)
Setel Pedal Kopling Kabel Atau Hidrolis, Gampang Eksekusinya
langkah 1
Setel dulu jarak main pedal kopling sesuai keinginan. Ini mencegah pengemudi merasa pegal di bagian kaki kiri.
Setel Pedal Kopling Kabel Atau Hidrolis, Gampang Eksekusinya
Langkah 2
Untuk yang sistem koplingnya masih pakai kabel seperti Avanza, maka setelannya ada di bagian bawah dan tepatnya bagian girboks. Putar karet ke kiri untuk menambah jarak main pedal dan ke kanan untuk menguranginya.
Setel Pedal Kopling Kabel Atau Hidrolis, Gampang Eksekusinya
Langkah 3
Pengguna Kijang Innova, sistem pedal koplingnya hidrolis dan cara setelannya harus ngolong di bawah kemudi. Cari tuas penonjok master rem. Lalu kendorkan putar ke kiri untuk mengurangi dan ke kanan untuk menambah jarak main.
Setel Pedal Kopling Kabel Atau Hidrolis, Gampang Eksekusinya
Langkah 4
Ketika mengurangi jarak main pedal kopling sistem hidrolis, maka akan bikin pedal memiliki speleng. Mencegah kondisi ini, bisa dengan atur tinggi rendah baut setelan peda dengan kunci ukuran 14 mm.
Setel Pedal Kopling Kabel Atau Hidrolis, Gampang Eksekusinya
Langkah 5
Perlu diingat, setelan tinggi rendak pedal kopling hidrolis bikin pedalnya enggak rata dengan pedal rem. Ini termasuk normal karena menyesuaikan jarak main tersebut.
sumber:otomotifnet

Tune-up Toyota Avanza Sendiri


Foto: KLX
Tune-up Toyota Avanza Sendiri, Merawat Sekaligus Berhemat
Perawatan terhadap kendaraan, harus dilakukan. Asyiknya, ada beberapa hal yang mampu dikerjakan sendiri, tanpa harus bantuan tenaga mekanik. Selain akan menghemat paling sedikit Rp 100 ribu, ilmu untuk ‘menjamah' mobil juga bertambah.

Kali ini OTOMOTIF akan melakukan tune-up sendiri. Sembari mengisi waktu luang, dan semoga kondisi mesin kembali bugar dong. Contoh yang dipakai Toyota Avanza S 1.500 cc dengan transmisi otomatis. Namun secara garis besar, perlakuan pada mobil lain juga tak terlalu berbeda. Sebelumnya sediakan beberapa peralatan yang dibutuhkan (gbr.1).

Supaya pekerjaan bisa dilakukan dengan nyaman, tunggu panas mesin menurun terlebih dahulu. Jangan juga ketika mesin terlalu dingin. Takutnya, setelan ketika panas bakal berubah. Kemudian, langkah pertama buka penutup filter udara. Caranya, buka klip-klip pengikat yang ada (gbr.2).

Angkat dan bersihkan saringan tersebut (gbr.3). Ganti dengan yang baru jika terlalu kotor dan tak bisa lagi dibersihkan. Sebab filter yang kotor akan menghambat saluran dan debit udara yang masuk. Bisa mengakibatkan konsumsi bahan bakar semakin tidak ekonomis, karena injakan pada pedal gas akan lebih dalam.

Setelah semua terbuka akan terlihat lubang throttle body. Longok, maka terlihat jelaga hitam di seputar skep ‘kupu-kupu'nya. Untuk membersihkannya, semprot pakai carburetor cleaner (gbr.4). Namun, untuk yang sudah mengeras, tak bisa langsung lepas. Guna menghilangkan jelaga yang sudah mengeras, gunakan kain yang sudah disemprot pembersih karburator. "Sebenarnya untuk hasil maksimal lebih baik gunakan engine conditioner, tapi memang agak mahal," sebut Taqwa SS dari bengkel Garden Speed, Cilandak, Jaksel.

Ketika penyemprotan, pastikan mesin dalam keadaan menyala. Tarik tuas gas menggunakan tangan dan tahan supaya mesin tidak mati. Jika mati, hidupkan kembali. Maksudnya supaya cairan kimia tersebut dapat beraksi di dalam ruang bakar.
Jangan lupakan juga untuk mengganti atau memeriksa kondisi busi yang ada. Posisinya yang ditengah dan tertutup rumah saringan udara, maka harus mengeluarkan tenaga ekstra. Buka semua baut yang mengikat rumah saringan udara tersebut (gbr.5) dengan kunci 10 mm.

Jangan langsung tarik rumah saringan udara walaupun semua baut sudah terlepas. Sebab, ada 3 slang dan 3 soket sensor yang harus dilepas (gbr.6). Ingat baik-baik posisinya untuk memudahkan pemasangan kembali. Hati-hati saat melepas soket sensor.

Langkah berikutnya, buka koil yang ada (gbr.7). Lagi-lagi gunakan kunci 10 mm. Jangan lupa juga lepas soket yang ada. "Hal terpenting, posisi kunci harus di Off. Supaya tidak ada aliran listrik," saran Iwan Abdurahman, section head, technical service division PT Toyota Astra Motor.

Tarik koil ke atas untuk membuka busi. Gunakan kunci busi ukuran kecil untuk membukanya. Jangan terlalu dipaksa jika masih terlalu keras. Diamkan beberapa saat supaya suhu mesin terus menurun. Baru bisa coba lagi.

Jika sudah terlalu banyak jelaga pada ground electrode dan juga center electrode, lebih baik diganti baru saja. Toh harganya juga tak terlalu mahal. Mulai Rp 25 ribu untuk yang standar.

Setelah semua proses ringan tersebut, saatnya untuk kembali merangkai. Ingat baik-baik supaya tidak ada yang salah atau tak terpasang. Utamanya mengenai slang-slang dan soket sensor. Lalu, tinggal coba hidupkan mesin deh. Biar enak, sambil meneguk segelas es teh manis.

sumber: otomotifnet

Sunday, 24 January 2016

cara buat semir ban sendiri

salah satu item perawatan kendaraan terutama mobil yang sering kali dapat kita kerjakan sendiri dirumah adalah menyemir ban,hal ini bertujuan selain memberikan imej keren pada mobil,meyemir juga merupakan kegiatan yang termasuk kedalam salah satu perawatan khusus yang mana akan memberikan banyak keuntungan bagi kalian para pemilik mobil loh.

Dipasaran sendiri saat ini terdapat dua jenis semir ban yakni semir ban berbahan dasar silicon dan non silicon,dan khusus pada edisi kali ini kita akan membahas semir yang berbahan dasar silicon.

semir silicon


Untuk semir yang berbahan dasar silicon sendiri masih terbagi kedalam 3 golongan atau jenis bentuknya yang meliputi :


  • Semir silicon berbentuk gel
  • Semir silicon berbentuk cairan emulsi ( dapat diencerkan )
  • Semir silicon berbentuk busa atau foam


Dari masing masing jenis semir ban silicon tentu ada kelebihan serta kekurangannya masing masing dan untuk mengetahui kelebihan serta kekurangan semir silicon akan kita bahas pada kesempatan yang lain. Dan diantara ketiga jenis semir ban berbahan dasar silicon yang paling murah hargaya dan paling banyak diaplikasikan di industri jasa salon mobil ataupun jasa cuci mobil adalah semir ban berbentuk cairan.

Kembali lagi ke topik tentang bagaimana cara membuat silicon sendiri dirumah yang tentunya lebih menghemat pengeluaran ketimbang kita membeli semir ban silicon yang sudah jadi.

cara buat semir ban silicon sendiri


Bahan yang dibutuhkan

  • 200 ml Silicon emulsi
  • 40 ml silicon oil
  • 800 ml aquadest atau air mineral


Langkah membuat semir silicon ban

  • Pertama campurkan silicon emulsi dengan silicon oil hingga merata,boleh menggunakan mixer.
  • Setelah tercampur rata,masukkan kedalamnya air sedikit demi sedikit sembari terus diaduk hingga merata dan semir silicon cair ini siap untuk di kemas dan dipasarkan atau dipakai sendiri.

jual semir silikon cair


Lalu dimana kita membeli bahan baku diatas?,Bahan baku tersebut bisa anda jumpai di toko toko kimia terdekat dikota anda yang tentunya harganya sangat terjangkau.

sumber :http://automotivexist.blogspot.co.id/2015/09/cara-membuat-semir-ban-mobil-sendiri.html

Tips : Jangan Salah Kaprah, Pelumas dan Cairan Malah Bikin Boros


Perhatikan seksama. Beberapa perangkat di motor perlu diisi cairan dan pelumas, pasti ada aturan yang harus dipatuhi. Aturan tersebut jelas tertera pada perangkat-perangkat tersebut.

“Beberapa konsumen walau aturannya sudah jelas, tetap saja ada yang kurang peduli terhadap batasan. Padahal bila aturan tidak diperhatikan, akan ada efek negatifnya. Seperti bikin boros ,” kata Maman Sugiman, Kepala Instruktur Hartomo Mechanical Training Center.

Oli mesin misalnya. Jenis motor bebek dan skubek rata-rata cukup diisikan 800 ml oli. Sementara sport bisa sampai 1 liter lebih sedikit.

Maka jangan coba-coba memperbanyak oli yang masuk ke mesin. Pasalnya buat mesin motor, akan berakibat selip kopling, putaran mesin jadi berat. “Buntutnya, pemakaian BBM jadi lebih boros,” jelas pria akrab disapa Boim ini.

Selain itu, ada salah paham lain. Menggunakan carburator cleaner dianggap bisa meningkatkan performa motor. “Hal ini kurang tepat juga,” jelas Boim

Fungsi pembersih untuk membersihkan sistem karburator. Baik itu saluran spuyer atau saluran udara, yang terbilang kecil banget ukurannya. Bila saluran ini tersumbat, tentu saja pengaruh pada kondisi kerja motor. Antara lain tarikan payah sehingga bikin boros bensin. Menurut Boim, secara tidak langsung karburator cleaner, bisa bikin mesin tetap bersih.

“Karena sistem karburator yang bersih otomatis bikin pembakaran mesin jadi baik pula. Tapi, tidak meningkatkan performa karena sejatinya power motor memang segitu,” jelasnya.

Ada lagi salah kaprah seperti komponen yang harusnya dilumasi gel malah dikasih pelumas cairan. Seperti poros as roda dan as lengan ayun harus dilumasi gemuk. Kalau dikasih pelumas cair seperti oli hasilnya percuma. “Selain susah dilakukan, oli gampang cair,” sebut Boim.

Kerja rantai gir jelas paling berat. Harus kuat menarik beban juga siap kena gesekan ketika roda belakang berputar. Lantaran konstruksinya beda. Pelumas yang dipakai pun khusus, seperti chain lube. Pakai oli malah akan berakibat negatif, karena debu dan kotoran akan menempel ketika oli melumasi celah mata rantai. Sehingga bikin rantai akan cepat aus.

Hati-hati juga aditif di oli. Banyak yang khusus untuk mobil dengan kopling kering. Kalau dipake di motor dengan kopling basah, bisa berkibat selip dan boros.

sumber :http://www.maf.co.id/news_detail.php?id=36

Monday, 29 December 2008

Langkah-langkah antikarat

1. daerah rawan karat seperti rangkaian lampu bagian belakang, bagian bawah windscreen, door trim, bagasi barang dan lainnya diperhatikan seksama. Kemudian bagian tersebut dibuka agar bisa dibubuhi cairan yang mengandung bitumen (pencegah karat).
2. sekrup serta lis karet pintu dan bagasi dibuka dengan hati-hati. Kemudian dilakukan proses lap dengan kain bila ada genangan air di area tersebut.
3. bila ada kedapatan bagian yang berkarat, bisa masih relative baru, akan langsung di ampelas. Selain berfungsi merontokkan, langkah ini diambil agar tidak menjalar ke area lain.
4. langkah berikutnya, pembubuhan bersifat top-side dengan spray-gun. Artinya, bagian dekat gril dan samping berupa door trim dan penutup bagasi menjadi prioritas pengerjaan.
5.pengerjaan selanjutnya difokuskan pada bagian kolong mesin atau bersifat under-side. Bagian bawah samping, sepatbor dan kolong menjadi focus penyemprotan. Spray-gun berkekuatan 5 pk disiapkan untuk hasil yang maksimalkan hingga merata.
6. selanjutnya bercak akibat penyemprotan di bodi dibersihkan dengan cairan pembersih
7. terakhir pengecekan ulang (cek dan ricek) pada setiap sudut pengerjaan.

Friday, 28 November 2008

Mitos dalam berhemat bbm

Mitos : semakin pelan berjalan berarti semakin hemat
Fakta : salah !! justru kalau pelan, mobil tidak mempunyai momen cukup besar untuk mempertahankan kecepatannya sendiri. Paling ideal melaju 80-120 km/jam di gigi tertinggi.
Mitos: membuntuti bus atau truk akan menghemat BBM
Fakta : benar, tapi berbahaya!! Membuntuti mobil besar memang mengurangi hambatan angin. Tapi manfaat yang didapat tidak sebanding resiko yang ditempuh dan bisa berakibat fatal.
Mitos : menetralkan transmisi saat deselarasi menghemat BBM
Fakta : salah, jika mobil anda injeksi . saat netral, berarti mesin butuh bensin untuk menjaganya tetap hidup. Engine braking justru lebih hemat, karena nyaris tak ada bensin disuplai ke mesin yang diputar oleh roda.

Perbedaan persepsi tingkat kegelapan

Ada beberapa persepsi mengenai persepsi kegelapan kaca film dengan ukuran persen .” konsumen Indonesia lebih mengenal kaca fim dengan kadar kegelapan 40%, 60%, 80%. Padahal produsen kaca film tidak memiliki data itu, kadar persentase dari kaca film menunjukkan intensitas cahaya yang masuk ke dalam kabin,”
Persepsi pertama yakni tingkat kegelapan kaca film dilihat dari luar. Umumnya konsumen menganut pandangan seperti ini. Contohnya , pengendara member label kaca film dengan tingkat kegelapan tinggi diatas 60%. Artinya hampir dipastikan isi kabin mobil anda tidak bisa terlihat langsung oleh orang dari luar. Atau setidaknya objek didalam tampak samar.
Yang kedua, menjadi pedoman prodisen kaca film.dinilai dari berdasarkan visible light transmittance (vlt) atau cahaya yang tampak di dalam kabin bukan sebaliknya. Bila kaca filmyang tertera VLT sebesar 5%. Artinya cahaya yang masuk kedalam kabin Cuma 5% atau setara dengan tingkat kegelapan 95%. Cara seperti ini diterrapkan di hamper semua Negara maju untuk mengukur tingkat kegelapan kaca film di mobil.” Pedoman ini mesti disosialisasikan ke masyarakat sekaligus meluruskan pakem yang selama ini berlaku dipasar”.
Ragam kaca film
Sementara jenis kaca film tidak lepas dari proses pembuatanya. Ada 3 proses pembuatan kaca film:
1. Dye (proses celup), lembaran bahan kaca film Cuma dicelupkan ke bak pewarna untuk mendapatkan efek gelap.model ini dikenal dengan sebutan kaca film anti gores.
2. metalized, unsure logam mulai digunakan pada model ini. Seperti alumiium, nikel, titanium atau keramik. Artinya butuh proses pencelupan pada bak yang mengandung logam itu. Umumnya, kaca jadi lebih reflektif dan ada efek perak.
3. sputtering, teknologi pembuatannya lebih canggih dari sebelumnya dengan cara menambahkan ion-ion (vaporisasi) ke materi bahan kaca film. Hasilnya lebih besar dan berkualitas.

BEDA TORSI DENGAN TENAGA?

Torsi yang memiliki satuan newton meter merupakan mesin untuk menggerakkan kendaraan dari kondisi diam.sedangkan tenaga dengan satuan daya kuda lebih kepada kemampuan tertinggi yang dapat diraih mesin tersebut. Dalam praktiknya, torsi lebih berperan ketimbang tenaga mesin, pasalnya, semakin besar torsi yang dimiliki mesin maka mobil akan terasa lincah dan lebih hemat bbm. Makanya, mobil yang memiliki torsi lebih besar akan asyik saat diajak mendaki atau diisi beban penuh. Apalagi bila torsi maksimum diraih pada putaran mesin yang cukup rendah. Sedangkan tenaga mesin lebih terasa ketika melaju dijalan bebas hambatan atau saat hendak menyalip hingga batas rpm maksimum. Makanya tenaga mesin akan meningkat seiring tingginya putaran mesin.

Wednesday, 19 November 2008

SPARKPLUG

Pilihan sparkplug alias busi untuk mesin mobil atau motor kini sangat banyak, khususnya untuk performance plug
(busi kualitas premium). Namun demikian,banyaknya pilihan tersebut
jangan sampai membuat kita semakin sulit dalam menentukan pilihan. Kita
harus bisa berhati-hati dan lebih selektif lagi, jika menghadapi pihak
toko yang seringkali menawarkan busi-busi premium tersebut dengan
iming-iming performa yang lebih oke, irit bahan bakar dan sebagainya.
Yang
perlu diingat adalah bahwa busi yang berharga mahal tidak selalu
menjamin kecocokan dengan mesin mobil atau motor kita. Sebab, setiap
mesin memiliki toleransi tertentu untuk spesifikasi busi yang digunakan.Hal utama yang menjadi patokan umum dalam pemilihan busi adalah:1. Heat RangeNilai angka heat range dari suatu busi mewakili seberapa panas busi tersebut ketika sedang beroperasi dalam keadaan normal. Jika angka heat range
tersebut cocok dengan karakter mesin mobil atau motor Anda, maka busi
akan bekerja optimal. Jika busi terlalu panas, maka akan menimbulkan
detonasi pada mesin (bunyi ngelitik) yang bisa merusak mesin itu
sendiri. Sebaliknya, jika busi terlalu dingin, maka akan banyak
penimbunan deposit pada ruang bakar akibat terjadinya gagal pengapian (misfire).2. Ukuran BusiBusi
yang ditemukan pada umumnya ada yang berdiameter kecil dan besar. Untuk
hal ini jelas tidak boleh salah beli, pastikan sesuai dengan
spesifikasi mesin kendaraan bermotor Anda.3. Ukuran GapGap adalah jarak antara elektroda busi dengan ground. Pada umumnya ukuran gap adalah sekitar 0.8mm - 1.2mm. Untuk ukuran gap
tersebut Anda perlu melihat petunjuk yang terdapat pada buku manual
kendaraan bermotor Anda. Beberapa model busi premium tidak bisa dirubah
ukuran gap-nya, karena desain busi itu sendiri tidak memungkinkan dilakukan perubahan gap.
Berbagai Macam Busi
4. Resistansi BusiPeriksa jenis busi yang dianjurkan pabrik mobil atau motor tersebut, perhatikan apakah busi tersebut menggunakan suppression resistor di dalamnya. Biasanya jika ada huruf R pada kode busi, itu menunjukkan busi tersebut menggunakan suppression resistor, contoh: NGK BKR6E-11 . Namun tidak selalu demikian, contoh: DENSO IK20 (tidak ada kode R, tapi menggunakan suppression resistor)Suppression Resistor pada busi digunakan untuk meredam emisi akibat percikan api pada saat proses ignition
terjadi. Emisi tersebut menyebabkan gangguan pada sistem kelistrikan
dan sensor mesin. Pada umumnya mobil yang bermesin injeksi menggunakan
busi dengan suppression resistor, namun tidak selalu demikian. Semakin besar nilai suppression resistor berarti semakin besar hilangnya daya listrik yang dikirim ignition coil untuk membuat percik api pada busi. Akibatnya semakin besar nilai suppression resistor tersebut akan memperkecil percik api, kecuali jika kabel busi diganti dengan yang beresistansi kecil dan berdiameter besar.