Showing posts with label koil. Show all posts
Showing posts with label koil. Show all posts

Wednesday, 17 February 2016

mobil mogok

Gangguan mobil mogok sampai sekarang merupakan hal yang sering menyebabkan jengkel pemilik mobil. Lebih tidak menyenangkan lagi jika anda tidak tahu penyebabnya dan apa yang musti dilakukan. Kenali mobil anda sehingga anda bisa mendeteksi penyebab dari mogok tersebut. Beberapa penyebab mogok dan tindakan darurat yang dapat anda lakukan adalah seperti berikut ini :
  1. Pada umumnya gangguan mogok disebabkan karena ketidakberesan pengapian atau system bahan bakar.
  2. Gangguan pada system pengapian biasanya terjadi pada komponen pendukungnya seperti koil, CDI, platina dll. Tanda-tandanya mesin akan tersendat-sendat terlebih dahulu atau kadang-kadang terdengar letusan dari knalpot.
  3. Gangguan pada system bahan bakar, bisa karena tak sampainya bahan bakar ke silinder atau ruang bakar. Sehingga membuat mesin langsung mati tanpa tersendat. Biasanya karena aliran bahan bakar terganggu akibat dari tersumbatnya saluran bahan bakar dari tangki. Kasus ini banyak dijumpai pada mobil berkaburator atau injeksi bahan bakar.
  4. Sedangkan pada mobil dengan fuel injection penyebabnya bertambah lagi yakni karena adanya kerusakan pada pompa bahan bakar. Gejala tersendat bisa muncul lantaran saringan bahan bakar kotor. Biasanya tak menyebabkan mesin mati seketika dan hanya terasa pada putaran tinggi. Bila gas dilepas atau putaran mesin diturunkan, gejala ini akan berkurang atau bahkan hilang. Segera bersihkan saringan bahan bakar. Sebab jika lama dibiarkan kotoran akan terbawa ke karburator atau injector.
Tindakan Darurat :
  1. Untuk system pengapian, lepas salah satu kabel busi dan dekatkan ke mesin. Hidupkan mesin dan perhatikan apakah ada loncatan bunga api dari kabel tegangan tinggi. Bila tak ada atau kecil sama sekali, berarti ada gangguan di system pengapian. Bila api yang dihasilkan cukup besar gangguan bukan berasal dari situ.
  2. Untuk mengecek sampai tidaknya bahan bakar ke silinder bisa dilakukan beberapa cara. Pada mobil berkarburator, periksa aliran bensinnya dengan melepas slang bahan bakar menuju karburator. Atau dengan mengintip gelas atau mangkuk pada komponen pengabut bensin atau karburator itu untuk melihat jumlah bensin di dalamnya. Bila terisi berarti bensin masih mengalir dan kesampingkan sumbatan alirannya.
  3. Pada mobil berinjeksi bahan bakar, selain memeriksa slang saluran bahan bakar menuju injector, cek bensin yang lewat nipel pada saluran bahan bakar.

sumber : www.oto.co.id

Tuesday, 26 January 2016

Tune-up Toyota Avanza Sendiri


Foto: KLX
Tune-up Toyota Avanza Sendiri, Merawat Sekaligus Berhemat
Perawatan terhadap kendaraan, harus dilakukan. Asyiknya, ada beberapa hal yang mampu dikerjakan sendiri, tanpa harus bantuan tenaga mekanik. Selain akan menghemat paling sedikit Rp 100 ribu, ilmu untuk ‘menjamah' mobil juga bertambah.

Kali ini OTOMOTIF akan melakukan tune-up sendiri. Sembari mengisi waktu luang, dan semoga kondisi mesin kembali bugar dong. Contoh yang dipakai Toyota Avanza S 1.500 cc dengan transmisi otomatis. Namun secara garis besar, perlakuan pada mobil lain juga tak terlalu berbeda. Sebelumnya sediakan beberapa peralatan yang dibutuhkan (gbr.1).

Supaya pekerjaan bisa dilakukan dengan nyaman, tunggu panas mesin menurun terlebih dahulu. Jangan juga ketika mesin terlalu dingin. Takutnya, setelan ketika panas bakal berubah. Kemudian, langkah pertama buka penutup filter udara. Caranya, buka klip-klip pengikat yang ada (gbr.2).

Angkat dan bersihkan saringan tersebut (gbr.3). Ganti dengan yang baru jika terlalu kotor dan tak bisa lagi dibersihkan. Sebab filter yang kotor akan menghambat saluran dan debit udara yang masuk. Bisa mengakibatkan konsumsi bahan bakar semakin tidak ekonomis, karena injakan pada pedal gas akan lebih dalam.

Setelah semua terbuka akan terlihat lubang throttle body. Longok, maka terlihat jelaga hitam di seputar skep ‘kupu-kupu'nya. Untuk membersihkannya, semprot pakai carburetor cleaner (gbr.4). Namun, untuk yang sudah mengeras, tak bisa langsung lepas. Guna menghilangkan jelaga yang sudah mengeras, gunakan kain yang sudah disemprot pembersih karburator. "Sebenarnya untuk hasil maksimal lebih baik gunakan engine conditioner, tapi memang agak mahal," sebut Taqwa SS dari bengkel Garden Speed, Cilandak, Jaksel.

Ketika penyemprotan, pastikan mesin dalam keadaan menyala. Tarik tuas gas menggunakan tangan dan tahan supaya mesin tidak mati. Jika mati, hidupkan kembali. Maksudnya supaya cairan kimia tersebut dapat beraksi di dalam ruang bakar.
Jangan lupakan juga untuk mengganti atau memeriksa kondisi busi yang ada. Posisinya yang ditengah dan tertutup rumah saringan udara, maka harus mengeluarkan tenaga ekstra. Buka semua baut yang mengikat rumah saringan udara tersebut (gbr.5) dengan kunci 10 mm.

Jangan langsung tarik rumah saringan udara walaupun semua baut sudah terlepas. Sebab, ada 3 slang dan 3 soket sensor yang harus dilepas (gbr.6). Ingat baik-baik posisinya untuk memudahkan pemasangan kembali. Hati-hati saat melepas soket sensor.

Langkah berikutnya, buka koil yang ada (gbr.7). Lagi-lagi gunakan kunci 10 mm. Jangan lupa juga lepas soket yang ada. "Hal terpenting, posisi kunci harus di Off. Supaya tidak ada aliran listrik," saran Iwan Abdurahman, section head, technical service division PT Toyota Astra Motor.

Tarik koil ke atas untuk membuka busi. Gunakan kunci busi ukuran kecil untuk membukanya. Jangan terlalu dipaksa jika masih terlalu keras. Diamkan beberapa saat supaya suhu mesin terus menurun. Baru bisa coba lagi.

Jika sudah terlalu banyak jelaga pada ground electrode dan juga center electrode, lebih baik diganti baru saja. Toh harganya juga tak terlalu mahal. Mulai Rp 25 ribu untuk yang standar.

Setelah semua proses ringan tersebut, saatnya untuk kembali merangkai. Ingat baik-baik supaya tidak ada yang salah atau tak terpasang. Utamanya mengenai slang-slang dan soket sensor. Lalu, tinggal coba hidupkan mesin deh. Biar enak, sambil meneguk segelas es teh manis.

sumber: otomotifnet