Showing posts with label sensor. Show all posts
Showing posts with label sensor. Show all posts

Tuesday, 26 January 2016

Tune-up Toyota Avanza Sendiri


Foto: KLX
Tune-up Toyota Avanza Sendiri, Merawat Sekaligus Berhemat
Perawatan terhadap kendaraan, harus dilakukan. Asyiknya, ada beberapa hal yang mampu dikerjakan sendiri, tanpa harus bantuan tenaga mekanik. Selain akan menghemat paling sedikit Rp 100 ribu, ilmu untuk ‘menjamah' mobil juga bertambah.

Kali ini OTOMOTIF akan melakukan tune-up sendiri. Sembari mengisi waktu luang, dan semoga kondisi mesin kembali bugar dong. Contoh yang dipakai Toyota Avanza S 1.500 cc dengan transmisi otomatis. Namun secara garis besar, perlakuan pada mobil lain juga tak terlalu berbeda. Sebelumnya sediakan beberapa peralatan yang dibutuhkan (gbr.1).

Supaya pekerjaan bisa dilakukan dengan nyaman, tunggu panas mesin menurun terlebih dahulu. Jangan juga ketika mesin terlalu dingin. Takutnya, setelan ketika panas bakal berubah. Kemudian, langkah pertama buka penutup filter udara. Caranya, buka klip-klip pengikat yang ada (gbr.2).

Angkat dan bersihkan saringan tersebut (gbr.3). Ganti dengan yang baru jika terlalu kotor dan tak bisa lagi dibersihkan. Sebab filter yang kotor akan menghambat saluran dan debit udara yang masuk. Bisa mengakibatkan konsumsi bahan bakar semakin tidak ekonomis, karena injakan pada pedal gas akan lebih dalam.

Setelah semua terbuka akan terlihat lubang throttle body. Longok, maka terlihat jelaga hitam di seputar skep ‘kupu-kupu'nya. Untuk membersihkannya, semprot pakai carburetor cleaner (gbr.4). Namun, untuk yang sudah mengeras, tak bisa langsung lepas. Guna menghilangkan jelaga yang sudah mengeras, gunakan kain yang sudah disemprot pembersih karburator. "Sebenarnya untuk hasil maksimal lebih baik gunakan engine conditioner, tapi memang agak mahal," sebut Taqwa SS dari bengkel Garden Speed, Cilandak, Jaksel.

Ketika penyemprotan, pastikan mesin dalam keadaan menyala. Tarik tuas gas menggunakan tangan dan tahan supaya mesin tidak mati. Jika mati, hidupkan kembali. Maksudnya supaya cairan kimia tersebut dapat beraksi di dalam ruang bakar.
Jangan lupakan juga untuk mengganti atau memeriksa kondisi busi yang ada. Posisinya yang ditengah dan tertutup rumah saringan udara, maka harus mengeluarkan tenaga ekstra. Buka semua baut yang mengikat rumah saringan udara tersebut (gbr.5) dengan kunci 10 mm.

Jangan langsung tarik rumah saringan udara walaupun semua baut sudah terlepas. Sebab, ada 3 slang dan 3 soket sensor yang harus dilepas (gbr.6). Ingat baik-baik posisinya untuk memudahkan pemasangan kembali. Hati-hati saat melepas soket sensor.

Langkah berikutnya, buka koil yang ada (gbr.7). Lagi-lagi gunakan kunci 10 mm. Jangan lupa juga lepas soket yang ada. "Hal terpenting, posisi kunci harus di Off. Supaya tidak ada aliran listrik," saran Iwan Abdurahman, section head, technical service division PT Toyota Astra Motor.

Tarik koil ke atas untuk membuka busi. Gunakan kunci busi ukuran kecil untuk membukanya. Jangan terlalu dipaksa jika masih terlalu keras. Diamkan beberapa saat supaya suhu mesin terus menurun. Baru bisa coba lagi.

Jika sudah terlalu banyak jelaga pada ground electrode dan juga center electrode, lebih baik diganti baru saja. Toh harganya juga tak terlalu mahal. Mulai Rp 25 ribu untuk yang standar.

Setelah semua proses ringan tersebut, saatnya untuk kembali merangkai. Ingat baik-baik supaya tidak ada yang salah atau tak terpasang. Utamanya mengenai slang-slang dan soket sensor. Lalu, tinggal coba hidupkan mesin deh. Biar enak, sambil meneguk segelas es teh manis.

sumber: otomotifnet

Saturday, 23 January 2016

4 cara merawat mobil bermesin injeksi


Merawat Mesin Injeksi Sendiri
Jangan antipati dulu dengan perawatan mesin injeksi. Teknologi mesin modern justru mempermudah perawatan sebuah kendaraan. Tentu jika tahu caranya. Nah, buat mesin injeksi, tak perlu melakukan penyetelan sendiri yang ribet dan butuh alat khusus. Bisa pakai alat sederhana dan dilakukan sendiri di garasi rumah.
Meski dirancang hampir minim perawatan dan penyetelan, mesin injeksi bensin perlu juga diperhatikan. Utamanya proses pembersihan di komponen-komponen kontrol utama yang mengatur kerja mesin. Usia pakai, udara kotor dan iklim lembab membuat perawatan mesin injeksi sebaiknya dilakukan secara rutin. Buat mobil yang dipakai hampir setiap hari, sebaiknya lakukan servis mandiri setiap 5.000 km atau sekitar 3 bulan sekah.
THROTTLE BODY
Komponen ini tak perlu penyetelan namun harus sering dibersihkan. Fungsinya untuk mengatur udara yang masuk ke dalam mesin. Filter udara yang jarang dibersihkan ditambah lingkungan yang berdebu menimbulkan gum (jelaga hitam yang lengket) di dalam throttle body. Jika terus dibiarkan, gum ini akan mengacaukan kerja sensor throttle (Throttle Position ;vnsot/TPS) hingga paling parah membuat putaran mesin pincang.
Gum ini lengket dan agak sulit dibersihkan, namun di pasaran ada cairan khusus yang memang dibuat untuk mengikis kotoran membandel tersebut. sebaiknya pilih yang memang dirancang khusus untuk mesin injeksi (injection cleaner), jangan carburettor cleaner karena sifat kimia bahan pembersihnya rentan merusak servo idle speed.
Cara membersihkan bisa dilakukan dengan penyemprotan langsung ke throttle saat mesin hidup sambil dijaga agar mesin tidak sampai mati. Skep kabel gas bisa ditahan pakai tangan sembari cairan pembersih disemprotkan ke mulut throttle. Jika dirasa sudah bersih, segera matikan mesin. Setelah sekitar 15 menit kemudian, start kembali mesin dan `mainkan’ pedal gas hingga 5.000-6.000 rpm. Maksudnya agar sisa kerak yang terkikis mampu terbuang tuntas melalui gas buang.
Cara pembersihan kedua dilakukan bila throttle body sudah terlampau kotor. Untuk ini Anda perlu membongkar dengan melepas baut pemegang throttle body ke saluran intake. Meski sedikit ribet, proses ini menjamin pembersihan yang tuntas. Lepas kabel TPS atau sensor lainnya yang Hempel di throttle body sebelum memisahkannya dari saluran intake. Cairan pembersih yang dipakai sama dengan cars pertama. Jangan lupa memasang kembali kabel ke sensor yang dilepas tali saat merakit kembali.
SENSOR
Ada lebih dari sepuluh sensor di mesin injeksi, mulai dari sensor pengapian, nosel injektor, throttle position, idle, suhu air pendingin, dan lainnya. Cara mengetahui komponen ini cukup mudah. Hampir semua memiliki kabel yang terhubung ke ECU.
Kondisi iklim yang lembab dan berdebu membuat konektor kelistrikan sensor menjadi kotor. Kotoran yang berupa kerak putih kehijauan ini tentu akan menghambat sinyal yang dikirimkan ke ECU. Indikatornya mulai yang teringan, mesin mberebet hingga paling berat mati total. Umumnya juga disertai lampu indikator CHECK ENGINE yang menyala saat mesin bekerja.
Solusinya simpel saja, konektor yang kotor tadi dibersihkan. Biar hasilnya maksimal, manfaatkan contactcleaner yang memang khusus dibuat untuk membersihkan konektor kelistrikan. Tak harus memakai contact clener yang khusus buat otomotif, produk pendukung elektronik juga bisa digunakan. Intinya, cairan kimia tersebut mampu mengikis kerak dan kotoran hingga aliran tegangan listrik lancar kembali.
Sebagian sensor cukup dengan men¬cabut konektornya saja setelah menekan klip pengunci. Namun di beberapa sensor telah dilengkapi klip pengunci berbentuk kawat. Buat model seperti ini, cungkil klip lebih dulu sebelum menarik konektor lepas dari dudukannya. Pasang kembali klip kawat sebelum mencolokkan konektor kembali. Semprot poin kontak di tengah konektor hingga bersih.
Letak konektor di tiap mobil berbeda, namun pastikan seluruh konektor sensor mulai nosel injektor, airflow (mass sensor), throttle position, oksigen, hingga distributor (crank angle) bebas dari kerak atau kotoran.
FILTER BENSIN DAN UDARA
Suplai bensin yang tersendat bisa diakibatkan filter bensin yang mampat akibat kotoran. Meski usia pakai filter bensin mesin injeksi lebih lama dari karburator, jika sudah kotor wajib pula diganti atau dibersihkan. Pembersihan sebaiknya tiap 20.000 km dan diganti tiap 40.000 km. Kondisi tangki bensin yang jarang terisi penuh akan mempercepat kotoran menyumbat saringan.
Proses pembersihannya harus melepas filter dari dudukan. Pada mobil Jepang terletak di dekat firewall. Lepas slang bensin masuk dan keluar lebih dulu sebelum melepasnya dari dudukannya. Tiup dari arah bensin masuk (umumnya tertera di bodi filter saluran masuk dan keluar bensin) hingga kotoran beserta sisa bensin terdorong keluar. Ulangi beberapa kali dengan memasukkan bensin ke dalamnya sambil dikocok-kocok sampai bensin yang keluar bersih.
Buat saringan udara juga perlu perhatian lebih daripada mesin karburator. Soalnya aliran udara yang terhambat akan terdeteksi sensor dan mempengaruhi kinerja mesin. Bukan tak mungkin jika terus dibiarkan akan merusak ECU. Makanya, kebersihan filter udara di mesin injeksi harus selalu dijaga.
TERMINAL AKI
Nyawa mesin injeksi bertumpu pads pasokan listrik yang stabil. Nah, selain alternator, kondisi aki juga wajib dijaga agar suplai tegangan ke ECU dan sensor berlangsung normal saat pertama kali mesin distart. tak hanya mameriksa volume air aki, terminalnya juga harus bebas dari kotoran atau kerak. Suplai tegangan yang tersendat membuat kinerja ECU dan mesin berputar abnormal saat distart.
Bersihkan terminal memakai cairan penetran semprot dan lindungi dengan gemuk pelumas agar tak cepat menimbulkan kerak putih di terminal. Sebaiknya tak melepas terminal aki terutama di mobil-mobil injeksi mutakhir yang dilengkapi immobilizer. Soalnya, melepas terminal aki terlalu lama (umumnya sekitar 5-15 menit lebih) akan mengunci ECU dan butuh sistem pembuka yang hanya ada di bengkel resmi.
BUSI
Seperti juga mesin bensin lain, busi di mesin injeksi perlu dibersihkan. Utamanya dari tumpukan kerak di ujung elektrodenya. Tak perlu ganti bila elektrode masih tebal, cukup kikis kerak dengan sikat kawat. Sebaiknya tak mengganti busi dengan spesifikasi di luar rekomendasi pabrikan. Jika hal ini dilanggar, risiko ECU rusak akibat resistensi busi yang tak cocok sangat mungkin terjadi.
sumber :https://www.facebook.com/permalink.php?id=124782237676961&story_fbid=128406967314488

kerja injeksi

Teknologi kendaraan bermotor saat ini memang telah berkembang begitu pesat. Ada banyak sekali pelengkap inovasi teknologi terbaru disematkan ke dalam sepeda motor kini. Adapun teknologi terbaru sepeda motor tersebut salah satunya yaitu teknologi injeksi. Injeksi merupakan teknologi baru yang disematkan pada motor-motor di zaman sekarang. Injeksi adalah sebuah metode pencampuran udara dengan bahan bakar dalam kendaraan bermotor supaya menghasilkan pembakaran sempurna. Sistem injeksi memerlukan perangkat yang bernama injektor. Injektor inilah yang bertugas untuk menyuplai campuran udara dengan bahan bakar. Teknologi injeksi adalah teknologi penerus dari sistem karburator kendaraan bermotor. Apa Saja Kelebihan Dari Motor Injeksi? Motor Injeksi_1 Sesudah mengetahui bagaimana teknologi mengenai injeksi motor, kita akan membahas mengenai keunggulan dari sistem injeksi motor diantaranya: Konsumsi BBM Irit Dengan Injeksi Motor dengan sistem injeksi biasanya mempunyai sistem pembakaran lebih sempurna. Adapun pembakaran lebih sempurna biasanya berpengaruh pada konsumsi dari bahan bakar pada kendaraanmu. Disebabkan pembakarannya lebih sempurna, sehingga proses pembakaran menjadi semakin optimal. Sistem pembakaran yang optimal ini berpengaruh pula pada konsumsi dari bahan bakar untuk kendaraan kamu. Tak hanya itu, injektor sendiri umumnya mempunyai setting pemrograman sesuai standar pabrik. Pabrik sendiri umumnya menyetel ECM dalam kendaraan bermotor sampai mencapai konsumsi bahan bakar paling optimal untuk motor. Pembakaran Lebih Sempurna Melalui perbandingan AFR lebih baik serta pengontrolan perangkat elektronik, dengan begitu motor yang memakai teknologi injeksi pun memperoleh pembakaran lebih baik dibandingkan motor memakai sistem karburator. Sebab dengan perbandingan AFR yang diperoleh tadi sudah sesuai berdasarkan kebutuhan kendaraan bermotor. Selain itu bisa berubah saat terjadi perubahan temperatur udara sekitar sebab adanya sensor udara untuk menganalisa temperatur dan kondisi dari udara yang hendak dicampur bersama bahan bakar. Tak Harus Kerepotan Melakukan Penyetelan Jika sistem pembakaran memakai sistem karburator, biasanya akan sering terjadi perubahan pengaturan AFR pada karburator di kendaraan bermotor yang kamu miliki. Umumnya berubahnya pengaturan tersebut disebabkan adanya getaran yang diperoleh pada mesin dan juga kualitas karburator dimana kian semakin menurun. Hal tersebut terjadi dalam sistem pembakaran motor injeksi. Terjadinya pengolahan AFR dalam motor injeksi ini dikendalikan lalu diperintahkan sistem komputer Electronic Control Module. ECM atau Electronic Control Module sendiri telah mempunyai setelah serta konfigurasi yang benar-benar fix, di mana hanya bisa diubah jika Anda memakai software tertentu memakai komputer. Adapun hal tersebut bisa meminimalisir kerepotan menghadapi pengaturan konfigurasi pada karburator yang umumnya berubah-ubah. Mudah Saat Melakukan Servis Untuk motor yang masih memakai karburator, hal yang paling sering dilakukan saat servis yaitu membersihkan karburator. Selain itu, tentu kamu juga jarang memperhatikan bagaimana ribetnya seorang montir ketika membongkar bagian karburator. Jika motor yang kamu miliki memakai sistem injeksi, dengan begitu kamu pun bisa melalui hal tersebut. Adapun caranya cukup dengan menyemprotkan bagian injektor cleaner pada lubang besi. Apa Saja Kekurangan Motor Injeksi? Motor Injeksi Di samping kelebihan, ternyata terdapat pula kekurangan dari penggunaan motor injeksi diantaranya: Jarang Sekali Bengkel Yang Menerima Layanan Untuk Motor Injeksi Meskipun motor injeksi ini mempunyai banyak kelebihan, tetapi motor yang berteknologi injeksi ini memiliki beberapa kelemahan. Di antaranya jarang sekali bengkel umum dengan layanan servis untuk motor injeksi. Umumnya, tak hanya memakai injektor cleaner tetapi injektor pun sebaiknya dilakukan diagnosa memakai alat khusus agar mengetahui apakah bagian injektor tersebut berfungsi ataukah tidak. Tak semua jenis bengkel memiliki alat yang satu ini, sehingga menjadikan pelayanan untuk motor injeksi pun masih tidak berjalan secara maksimal bila masukkan ke bengkel umum. Harganya Mahal Tak hanya sedikit bengkel yang menerima layanan motor injeksi, tetapi juga harga dari perangkat injektor serta alat pendukung pada mesin injeksi tergolong lebih mahal. Jika perangkat tersebut mengalami kerusakan, dengan begitu biaya perbaikan maupun biaya penggantian pun akan menguras kantong Anda lebih dalam. Tak semua mekanik dan montir mengerti bagaimana menyetel ulang atau memperbaiki ECM. Walaupun mereka mengerti, biasanya mematok harga begitu tinggi. Sulit Melakukan Modifikasi Saat melakukan modifikasi, motor injeksi pun tidak semudah melakukan modifikasi motor dengan karburator. Dalam hal ini, Anda harus menyetel ulang sistem ECM atau dengan mengganti ECM memakai modul baru untuk mesin yang dimodifikasi. Adapun hal yang perlu diperhatikan adalah biayanya yang sangat mahal. Cara Kerja Injeksi Pada Motor System injeksi terbaru Untuk setiap jenis merek dan model motor, mempunyai desain teknologi injeksi berbeda-beda. Namun, pada dasarnya memakai cara kerja serta komponen yang serupa. Hanya saja yang membedakan yaitu fitur tambahan pada sistem injeksi, setting injeksi dan sensor itu sendiri. Adapun cara kerja dari sistem injeksi sendiri, dapat dipahami berdasarkan fungsi komponen dari teknologi injeksi motor tersebut. Teknologi injeksi pada motor sebenarnya mudah dipahami, dengan beberapa komponen diantaranya: Fuel Pump Komponen yang satu ini berfungsi sebagai pompa pada bahan bakar menghasilkan tekanan dari bahan bakar agar diinjeksikan pada ruang bakar. Selain itu, ada filter untuk bahan bakar dalam komponen yang satu ini. Keluaran dari bahan bakar fuel pump sendiri dipastikan harus dalam keadaan bersih. ECU-Electrikal Control Unit Komponen ini merupakan bagian dari sentral pengontrol sistem injeksi. ECU bisa dikatakan sebagai otaknya keseluruhan bagian motor. Adapun fungsi ECU sendiri adalah mengolah data pada sensor. Adapun data tersebut dijadikan acuan untuk mengendalikan waktu penyemprotan pada bahan bakar, mengendalikan besarnya bahan bakar serta ketika pengapian. Jika ECU mengalami error, maka alat tersebut dapat di reset. Pressure Regulator Bagian komponen ini berguna untuk mengatur keadaan tekanan pada bahan bakar agar selalu tetap sekitar 55~60 psi. Temperatur Sensor Temperatur sensor ini berguna memberikan data input menuju ECU mengenai kondisi temperatur mesin yang akan berguna demi menentukan volume dari bahan bakar kendaraan yang akan diinjeksikan. Inlet Air Pressure Sensor Sensor yang satu ini bermanfaat untuk dapat memberikan data input menuju ECU mengenai besarnya kondisi pada tekanan udara masuk menuju ruang bakar pada mesin. Di mana nantinya digunakan supaya menentukan besaran volume pada bahan bakar untuk diinjeksikan. Inlet Air Temperature Sensor Adapun sensor ini berguna memberikan data input menuju ECU mengenai kondisi temperatur udara masuk menuju ruang bakar pada mesin kendaraan. Di mana nantinya digunakan supaya bisa menentukan volume pada bahan bakar untuk diinjeksikan. Atmospheric Pressure Sensor Sensor ini berguna memberikan data inputan menuju ECU mengenai kondisi dari tekanan udara pada lingkungan sekitar, di mana nantinya digunakan agar menentukan jumlah volume pada bahan bakar untuk diinjeksikan. Crankshaft Sensor Sensor yang satu ini berfungsi memberikan data input menuju ECU mengenai posisi serta kecepatan putaran pada mesin. Itulah beberapa komponen penting yang berpengaruh pada sistem kerja motor injeksi. Semoga bermanfaat! sumber : http://motorsatria.com/sistem-kerja-motor-injeksi/