Showing posts with label kaca film. Show all posts
Showing posts with label kaca film. Show all posts

Monday, 29 December 2008

Langkah-langkah antikarat

1. daerah rawan karat seperti rangkaian lampu bagian belakang, bagian bawah windscreen, door trim, bagasi barang dan lainnya diperhatikan seksama. Kemudian bagian tersebut dibuka agar bisa dibubuhi cairan yang mengandung bitumen (pencegah karat).
2. sekrup serta lis karet pintu dan bagasi dibuka dengan hati-hati. Kemudian dilakukan proses lap dengan kain bila ada genangan air di area tersebut.
3. bila ada kedapatan bagian yang berkarat, bisa masih relative baru, akan langsung di ampelas. Selain berfungsi merontokkan, langkah ini diambil agar tidak menjalar ke area lain.
4. langkah berikutnya, pembubuhan bersifat top-side dengan spray-gun. Artinya, bagian dekat gril dan samping berupa door trim dan penutup bagasi menjadi prioritas pengerjaan.
5.pengerjaan selanjutnya difokuskan pada bagian kolong mesin atau bersifat under-side. Bagian bawah samping, sepatbor dan kolong menjadi focus penyemprotan. Spray-gun berkekuatan 5 pk disiapkan untuk hasil yang maksimalkan hingga merata.
6. selanjutnya bercak akibat penyemprotan di bodi dibersihkan dengan cairan pembersih
7. terakhir pengecekan ulang (cek dan ricek) pada setiap sudut pengerjaan.

Friday, 28 November 2008

Perbedaan persepsi tingkat kegelapan

Ada beberapa persepsi mengenai persepsi kegelapan kaca film dengan ukuran persen .” konsumen Indonesia lebih mengenal kaca fim dengan kadar kegelapan 40%, 60%, 80%. Padahal produsen kaca film tidak memiliki data itu, kadar persentase dari kaca film menunjukkan intensitas cahaya yang masuk ke dalam kabin,”
Persepsi pertama yakni tingkat kegelapan kaca film dilihat dari luar. Umumnya konsumen menganut pandangan seperti ini. Contohnya , pengendara member label kaca film dengan tingkat kegelapan tinggi diatas 60%. Artinya hampir dipastikan isi kabin mobil anda tidak bisa terlihat langsung oleh orang dari luar. Atau setidaknya objek didalam tampak samar.
Yang kedua, menjadi pedoman prodisen kaca film.dinilai dari berdasarkan visible light transmittance (vlt) atau cahaya yang tampak di dalam kabin bukan sebaliknya. Bila kaca filmyang tertera VLT sebesar 5%. Artinya cahaya yang masuk kedalam kabin Cuma 5% atau setara dengan tingkat kegelapan 95%. Cara seperti ini diterrapkan di hamper semua Negara maju untuk mengukur tingkat kegelapan kaca film di mobil.” Pedoman ini mesti disosialisasikan ke masyarakat sekaligus meluruskan pakem yang selama ini berlaku dipasar”.
Ragam kaca film
Sementara jenis kaca film tidak lepas dari proses pembuatanya. Ada 3 proses pembuatan kaca film:
1. Dye (proses celup), lembaran bahan kaca film Cuma dicelupkan ke bak pewarna untuk mendapatkan efek gelap.model ini dikenal dengan sebutan kaca film anti gores.
2. metalized, unsure logam mulai digunakan pada model ini. Seperti alumiium, nikel, titanium atau keramik. Artinya butuh proses pencelupan pada bak yang mengandung logam itu. Umumnya, kaca jadi lebih reflektif dan ada efek perak.
3. sputtering, teknologi pembuatannya lebih canggih dari sebelumnya dengan cara menambahkan ion-ion (vaporisasi) ke materi bahan kaca film. Hasilnya lebih besar dan berkualitas.