Wednesday, 17 February 2016

pelumas yang tepat bagi mesin kendaraan

Sebelum menentukan pelumas yang tepat bagi mesin kendaraan kita, sebaiknya harus mengetahui fungsi pelumas secara umum. Menurut buku kecil “Cara Smart Memilih Pelumas” yang diterbitkan oleh Pertamina Pelumas, fungsi pelumas yang baik, minimal harus memenuhi 4 fungsi, yaitu MELUMASI, MENDINGINKAN, MEMBERSIHKAN dan MELINDUNGI.

Setelah mengetahu fungsinya, barulah kita melangkah pada pemilihan jenis pelumas yang tepat bagi mesin kendaraan kita. Untuk dapat menjatuhkan pilihan yang tepat inipun, kita harus melakukannya secara teliti.
Nah, buku pedoman kepemilikan kendaraan sudah menyebutkan jenis pelumas yang tepat untuk mesin kendaraan anda itu. Biasanya di buku Petunjuk Perawatan Kendaraan anda itu tertera anjuran tingkat kekentalan (viscosity) pelumas yang disarankan. Ukuran kekentalan minya pelumas ditunjukkan dengan istilah SAE (Soceity of Automotive Engineers).

Selain SAE, buku Petunjuk Perawatan Kendaraan yang ada di kendaraan anda itu juga mensyaratkan adanya tingkat mutu atau unjuk kerja (performance level) pelumas yang disyaratkan. Kualitas pelumas ditunjukkan dengan istilah API Service. Nah, API Service ini digolongkan dalam dua katagori, yaitu untuk mesin bensin dan mesin diesel (solar).

Mesin Bensin : SA (Mesin dengan spesifikasi kuno – sudah jarang digunakan), SB (untuk mesin dengan tugas ringan – sudah tidak digunakan), SC (untuk mesin buatan antara tahun 1964-1967), SD (mesin buatan tahun 1968-1970), SE (mesin buatan 1971 ke atas), SF (mesin buatan tahun 1980 ke atas), SG (mesin buatan tahun 1989 ke atas), SH (mesin buatan tahun 1993 ke atas), SJ (mesin buatan tahun 1997 ke atas), SL (mesin buatan tahun 2002 ke atas), dan SM (mesin buatan tahun 2004 ke atas)

Mesin diesel : CA (mesin diesel tugas ringan), CB (mesin diesel tugas sedang), CC (mesin diesel tugas sedang dan berat), CD (mesin diesel tugas berat yang dilengkapi supercharger), CD-II (mesin diesel dua langkah), CE (mesin diesel tugas berat dengan turbo/supercharger), CF (mesin diesel buatan tahun 1994 ke atas), CF-2 (mesin diesel dua langkah), CF-4 (mesin diesel 4 langkah tugas berat buatan tahun 1990 dan beroperasi dengan kecepatan tinggi), CG-4 (mesin diesel empat langkah tugas berat buatan tahun 1994 dan beroperasi dengan kecepatan tinggi serta beban berat), CH-4 (mesin diesel kecepatan tinggi buatan tahun 1998 ke atas), CI-4 (mesin diesel tugas berat).

sumber : oto.co.id

Peranan ban pada kendaraan

Peranan ban pada kendaraan sangat vital fungsinya. Jika tidak sesuai atau sudah botak, tidak hanya perjalanan menjadi tidak nyaman, tapi juga menyangkut nyawa para pengendara dan penumpangnya. Banyak yang harus diperhatikan saat membeli ban karena tidak semua ban sesuai dengan kendaraan yang digunakan. Dengan bantuan Lili Ependi, Section Head R&D PT. Multistrada Arah Sarana (MASA), produsen ban Achilles dan Corsa, berikut tips-tips yang bisa diaplikasikan Anda agar tetap aman dan selamat di jalan.

1.     Pastikan melihat tanggal produksi yang bisa dilihat di dinding ban bagian luar. Contohnya DOT 01-11 yang berarti diproduksi pada minggu pertama tahun 2011. Makin lama tanggal produksinya, ban akan semakin keras dan kurang nyaman. “Semakin muda tanggalnya, berarti ban tersebut semakin bagus,” ujar Lili.
2.     Umur ban yang bagus usianya tidak lebih dari tiga tahun. Jika menemukan tanggal produksi yang sudah tiga tahun, sebaiknya cari ban lain. Jadi jangan tergiur harga murah karena bisa jadi ban tersebut sudah tidak layak pakai.
3.     Saat memilih, jangan hanya melihat sisi fashion dari tampilan luar ban saja. Alur atau kembangan yang bagus sah-sah saja digunakan tapi lihat bentuknya. “Ada tiga faktor penting saat memilih yaitu kembangan, compound dan konstruksi. Kembangan berbentuk V atau garis bagus untuk di kondisi basah tapi akan sedikit berisik di kondisi kering.
4.     Pilihlah ban tubeless karena ban tanpa ban dalam ini lebih aman, awet dan konstruksinya lebih bagus. Harganya memang lebih mahal saat beli, tapi ingat ban tube type jika bocor harus ditambal dan jika lebih dari tiga kalli ditambal harus beli ban dalam baru. Sedangkan ban tubeless selama paku yang menancap belum dicabut, maka kendaraan masih bisa jalan.
5.     Hindari membeli ban vulkanisir atau ban bekas karena berpotensi menjadikan berkendara tidak aman. Pasalnya ban yang sudah tipis akan memberikan grip ke aspal yang tidak maksimal. (M. Lulut)

sumber : oto.co.id

tekanan angin

Setelah mengetahui cara membeli ban yang benar, selanjutnya adalah melakukan perawatan terhadan ban tersebut. Sebenarnya merawat ban agar awet dan aman ini sangat mudah, tapi terkadang hal-hal kecil sering dilupakan pengendara. Berikut kembali tips dari Lili Ependi, Section Head R&D PT. Multistrada Arah Sarana(MASA), produsen ban Achilles dan Corsa, yang bisa diterapkan.

1.     Periksa selalu tekanan angin ban sesuai dengan yang disyaratkan pabrikan. Jika perlu, lakukan pemeriksaan setiap hari sebelum berangkat.
2.     Pengisian angin ban yang benar dilakukan pada pagi hari. Sebab, pada suhu dingin, angin yang masuk merupakan tekanan ideal. Jika mengisi setelah kendaraan digunakan, maka tekanannya akan meningkat karena gesekan ban dengan permukaan jalan.
3.     Sebaiknya gunakan angin jenis nitrogen karena cenderung membantu meredam panas sehingga tekanan angin tetap ideal.
4.     Bersihkan kerikil-kerikil yang menempel di sela-sela kembangan ban. Batu kerikil tersebut jika didiamkan berpotensi merobek kendaraan. “Karena bergesekan dengan aspal, maka ban akan panas dan melunak. Jika dibiarkan batu kerikil tersebut akan terus masuk lebih dalam,” tukas Lili.
5.     Jika kendaraan jarang digunakan tapi ban sudah menempel selama tiga tahun, sebaiknya lakukan penggantian dengan ban baru. Usia tiga tahun bagi ban merupakan umur maksimal karena ban makin lama akan makin keras dan mudah getas.
6.     Saat kendaraan ditinggal lama di garasi karena pergi keluar kota atau mudik, usahakan kontak antara ban dengan lantai diminimalisir. Pasalnya jika dibiarkan terlalu lama, konstruksi baja pada ban akan berubah menjadi tidak bulat utuh lagi. Hal ini akan berpotensi membuat ban benjol dan tidak nyaman digunakan. Solusinya, untuk mobil sebaiknya diangkat pake dongkrak dan motor setidaknya memfungsikan standar tengah agar ban tidak terlalu berat membawa beban kendaraan. (M. Lulut)

sumber : oto.co.id

mobil mogok

Gangguan mobil mogok sampai sekarang merupakan hal yang sering menyebabkan jengkel pemilik mobil. Lebih tidak menyenangkan lagi jika anda tidak tahu penyebabnya dan apa yang musti dilakukan. Kenali mobil anda sehingga anda bisa mendeteksi penyebab dari mogok tersebut. Beberapa penyebab mogok dan tindakan darurat yang dapat anda lakukan adalah seperti berikut ini :
  1. Pada umumnya gangguan mogok disebabkan karena ketidakberesan pengapian atau system bahan bakar.
  2. Gangguan pada system pengapian biasanya terjadi pada komponen pendukungnya seperti koil, CDI, platina dll. Tanda-tandanya mesin akan tersendat-sendat terlebih dahulu atau kadang-kadang terdengar letusan dari knalpot.
  3. Gangguan pada system bahan bakar, bisa karena tak sampainya bahan bakar ke silinder atau ruang bakar. Sehingga membuat mesin langsung mati tanpa tersendat. Biasanya karena aliran bahan bakar terganggu akibat dari tersumbatnya saluran bahan bakar dari tangki. Kasus ini banyak dijumpai pada mobil berkaburator atau injeksi bahan bakar.
  4. Sedangkan pada mobil dengan fuel injection penyebabnya bertambah lagi yakni karena adanya kerusakan pada pompa bahan bakar. Gejala tersendat bisa muncul lantaran saringan bahan bakar kotor. Biasanya tak menyebabkan mesin mati seketika dan hanya terasa pada putaran tinggi. Bila gas dilepas atau putaran mesin diturunkan, gejala ini akan berkurang atau bahkan hilang. Segera bersihkan saringan bahan bakar. Sebab jika lama dibiarkan kotoran akan terbawa ke karburator atau injector.
Tindakan Darurat :
  1. Untuk system pengapian, lepas salah satu kabel busi dan dekatkan ke mesin. Hidupkan mesin dan perhatikan apakah ada loncatan bunga api dari kabel tegangan tinggi. Bila tak ada atau kecil sama sekali, berarti ada gangguan di system pengapian. Bila api yang dihasilkan cukup besar gangguan bukan berasal dari situ.
  2. Untuk mengecek sampai tidaknya bahan bakar ke silinder bisa dilakukan beberapa cara. Pada mobil berkarburator, periksa aliran bensinnya dengan melepas slang bahan bakar menuju karburator. Atau dengan mengintip gelas atau mangkuk pada komponen pengabut bensin atau karburator itu untuk melihat jumlah bensin di dalamnya. Bila terisi berarti bensin masih mengalir dan kesampingkan sumbatan alirannya.
  3. Pada mobil berinjeksi bahan bakar, selain memeriksa slang saluran bahan bakar menuju injector, cek bensin yang lewat nipel pada saluran bahan bakar.

sumber : www.oto.co.id

Tuesday, 16 February 2016

Mobil Proton Neo R3 Terbaru

 Proton Neo R3 Terbaru





PT Proton Edar Indonesia (PEI) memberi kejutan dengan kembali menjual Neo. Bukannya apa, setelah Suprima S muncul, banyak yang menduga bahwa Suprima S hadir sebagai pengganti Neo untuk menjadi andalan Proton di pasar hatchback Indonesia. Ternyata itu salah.

Neo datang kembali bahkan dengan tema desain yang berbeda dari sebelumnya. Ia sempat stop jualan selama 2 tahun dan comeback-nya ini nyaris bersamaan dengan luncurnya Suprima S. Namun tanpa publikasi besar-besaran.

Secara umum, ia tak banyak beda dengan Neo CPS. Ingat, Neo CPS, bukan Neo CPS Sporty Edition. Kedua pendahulu Neo R3 itu memiliki bodi yang mirip. Paling hanya sedikit perbedaan detail seperti pelek dan aksesori interior.

Tapi yang substansial adalah Neo CPS Sporty Edition telah di-tuning ulang sehingga tenaga dan torsinya lebih besar dibanding Neo CPS. Nah, Neo R3 ini memiliki spek teknis yang identik dengan Neo CPS. [Tab]

Mesin menggunakan teknologi CAMPRO 1.597 cc bertenaga 125 dk. Karakter normally aspirated membuat powerband-nya terasa kokoh sejak putaran rendah. Ia nikmat dipacu pada kecepatan sedang-tinggi. Apalagi tuas transmisi model balap itu enak dimainkan.

Saat kami tes performanya, Neo R3 menyelesaikan 0-100 km/jam dalam 10,9 detik. Selisih 0,4 detik dari klaim yang 10,5 detik dan itu sangat wajar.

Yang mengasyikkan justru pengendaliannya.

Campur tangan Lotus membuat Proton Neo punya handling presisi. Luwes bermanuver tanpa banyak mengorbankan kenyamanan suspensi.

R3 merupakan singkatan dari Race Rally Research. Mereka adalah divisi khusus yang kerap melakukan upgrade terhadap mobil-mobil Proton.

Di Neo R3 ini perubahan lebih kepada sektor tampilan. Bodi mobil bisa dibilang sama, tapi pelek yang digunakan sudah memakai R3. Pelek palang 6 ini berdesain sporti terlebih dengan warna Gunmetal Shade. Roda itu lalu dilapis ban Continental yang ketika kami uji memberi grip cukup mumpuni.

Selain eksterior, Neo R3 juga ada perbedaan di interiornya. Yang paling mencolok adalah bentuk jok semi bucket dengan sandaran yang lebih lebar. Selain bentuknya, bahan yang diguna­kan kini paduan antara kulit dan suede. Diimbuh jahitan berwarna merah, jadilah kabin Neo R3 lebih sporti dan elegan. Jauh lebih baik dibanding Neo CPS dulu.

Jika sebelumnya fasilitas head unit terhitung biasa, maka di Neo R3 sudah lebih lengkap. Head unit Double-DIN itu kini sudah berkonektivitas USB, Aux-In, SD card, dan Bluetooth. Navigasi disebutkan juga ada tapi di unit tes kami ini entah mengapa belum bisa diaktifkan.

Tak beda dengan masalah Neo sebelumnya, kepraktisan Neo R3 cukup menyedihkan. Cup holder cuma 3 dan tempat penyimpanan terhitung minim. Mengatur ketinggian bangku saja sampai harus membuka pintu karena tuasnya tersembunyi dan sempit. Tak beda dengan legroom. Untuk penumpang depan tidak masalah, namun untuk penumpang belakang sebaiknya tidak ditempati oleh mereka yang berkaki jenjang.
Rival
Honda Jazz RS A/T

Mesin: 1.497 cc 4 silinder, 120 dk
0-100 km/jam: 11,17 detik
Harga: Rp 234 juta

+ Kabin lega, lebih praktis, resale value
-  Akan berganti model, harga

First Opinion
Pamornya mungkin tidak sebesar hatchback Jepang seperti Honda Jazz atau Toyota Yaris. Tapi bagi kami Neo tetap menjadi alternatif menarik karena ia enak dikemudikan dan memiliki harga affordable.

Sekilas Pandang
- Ada 5 pilihan warna: Tranquity Black, Genetic Silver, Solid White, Fire Red dan Canary Yellow.
- Tersedia opsi transmisi otomatis
sumber : auto bild

Toyota Previa

Toyota Previa merupakan salah satu minivan yang sangat populer di beberapa di negara Asia. Hingga sekarang, produksinya telah masuk ke generasi ketiga. Generasi pertama dikenal dengan sebutan Estima, Previa, dan Tarago yang dapat dikenali dengan mudah karena bentuknya yang seperti telur. Di Indonesia, generasi ini tidak diimpor secara resmi, melainkan masuk secara dalam kondisi bekas di pelabuhan bebas seperti Batam dan juga Sabang.

Previa pertama kali dikenalkan di Indonesia pada tahun 2000 melalui ATPM Toyota yang dihadirkan secara CBU dan dijual hingga tahun 2006. Di pasaran, mobil ini bersaing dalam segmen mobil keluarga kelas menengah yang pada awalnya hanya diisi oleh Kia Sedona dan juga Honda Odyssey. Karena harganya yang terlampau tinggi, banyak orang yang merasa ogah memilih mobil ini. Terlebih suku cadang yang tersedia harganya tergolong mahal, karena mesin diadopsi dari sedan mewah, Toyota Camry.

Eksterior Toyota Previa 
Ciri khas Previa adalah bentuk eksteriornya yang membulat menyerupai telur. Namun berbeda dengan pendahulunya, karena Previa yang diulas ini bentuknya lebih 'manusiawi'. Maksudnya, lebih sedap dipandang mata. Yang paling menarik dari mobil ini adalah adanya sliding door di kedua sisi untuk baris kedua, akses keluar masuk pun menjadi lebih mudah. Selain itu, Previa ini juga dibekali dengan dual moonroof, satu model pop-up (bagian atas penumpang depan) dan satunya lagi model sliding (bagian penumpang baris kedua).
Ulasan Foto Eksterior Toyota Previa
Foto Eksterior Toyota Previa
Pada bagian depan, lampu utama yang digunakan menyerupai bentuk lampu dari Camry versi Eropa dengan tahun produksi yang sama. Beranjak ke bagian belakang, telah menerapkan desain lampu yang dilengkapi dengan garnish memanjang dari kiri hingga ke kanan. Dibagian tengahnya, disisipkan tempat peletakan plat nomor. 
Interior Toyota Previa
Poin utama yang menjadikan Previa sangat patut dijadikan sebagai mobil keluarga terletak pada bagian kabinnya yang sangat lega. Pada foto di bawah, terlihat dengan jelas betapa luasnya legroom dan headroom yang ditawarkan. Kursi baris depan dan tengah menggunakan konfigurasi Captain Seat. Sebagai tambahan, kursi baris kedua dengan dapat diputar ke belakang 180 derajat, seperti van Amerika pada umumnya. Untuk melengkapi kenyamanan dalam bepergian, Toyota telah membekali Previa dengan tempat penyimpanan yang sangat banyak, termasuk cupholder. 
Ulasan Foto Interior Toyota Previa
Foto Interior Toyota Previa
Performa Mesin Toyota Previa
Sebenarnya, Toyota Previa yang masuk ke Indonesia hadir dengan dua pilihan mesin bensin, 2.4 liter dan 3.5 liter V6. Berhubung unit yang bermesin 2.4 liter yang paling banyak beredar, maka yang diulas kali ini hanya mesin 2.4 liter, yang diadopsi dari Camry tanpa perbedaan sedikit pun. Sehingga suku cadang dapat disubstitusi antara satu sama lainnya. Mesin ini mampu memproduksi tenaga hingga 157 HP pada putaran 5.700 RPM dan torsi puncak 225 Nm pada 4.000 RPM. Sayangnya, hanya satu pilihan transmisi yang disediakan, yaitu transmisi otomatis 4 percepatan.
Foto Mesin Toyota Previa
Foto Mesin Toyota Previa
Impresi dan Handling Toyota Previa
Berkat platform yang juga diadopsi dari Camry, MPV ini memiliki kenyamanan yang dapat dikatakan terdepan di kelasnya. Kenyamanan ini disuguhi oleh suspensi yang lembut dan tidak mudah limbung pada kecepatan tinggi, kecuali pada saat bermanuver. Ketika digunakan stop and go ketika macet, mobil ini terasa lamban, karena transmisi matic yang digunakannya kurang responsif jika dibandingkan Camry.
Spesifikasi Toyota Previa
  • Mesin: 2.4 liter 2AZ-FE Bensin 4 silinder segaris 16 katup.
  • Tenaga : 157 HP @5.700 RPM.
  • Torsi : 225 Nm @4.000 RPM.
  • Konsumsi BBM : 5-7km / L (dalam kota), 9-12km / L (luar kota).
  • Transmisi : Otomatis 4 percepatan.
  • Suspensi : Depan McPherson strut, belakang torsion beam.
  • Rival : Kia Sedona, Nissan Serena, Honda Odyssey dan Mitsubishi Grandis.
  • Tahun produksi : 2001-2006)

Harga Toyota Previa
Toyota Previa memiliki harga yang gelap di pasaran, kebanyakan pemilik mobil ini sangat mempertimbangkan harga jual yang terlalu rendah, kecuali ketika sedang kepepet. Begitulah kira-kira. Harga normal untuk mobil ini berada di kisaran 100 juta - 130 untuk tahun keluaran 2001, 2002 dan 2003. Sedangkan untuk tahun 2004, 2005 dan 2006 berkisar 140 juta hingga 170 jutaan.

Kelebihan Toyota Previa
  • Berpenggerak roda depan.
  • Interior sangat mewah.
  • Eksterior unik dan stylish.
  • Nyaman.
  • Handling seperti sedan.
  • Sparepart mesin dapat disubstitusi dengan Camry.
  • Pintu model geser.

Kekurangan Toyota Previa 
  • Ruang belakang agak sempit.
  • Transmisi kurang responsif.
  • Cluster instrumen terletak di tengah.
  • Sparepart lumayan mahal.
  • BBM tergolong boros.
  • Beberapa suku cadang selain mesin lumayan langka.
sumber : topgir

Datsun Go + (Plus) Panca

Ulasan Spesifikasi dan Harga Datsun Go + (Plus) Panca - Ketika belum diluncurkan, Datsun Go + pertama kali dipamerkan selama tahun di India Auto Expo untuk menafsirkan reaksi konsumen pada saat mencari sebuah MPV. Setelah mempelajari pasar selama hampir kurang lebih 11 bulan, akhirnya dipasarkan secara global ke beberapa negari di Asia dengan melabeli GO + sebagai 'Compact Family Wagon'. Di Indonesia, MPV entry level ini masuk ke segmen LCGC.

Penjualan Datsun Go + adalah inovasi terbaru dari Nissan guna membangkitkan kembali image Datsu nyang telah lama berhenti produksi. Dengan mengedepankan ruang interior luas dan harga yang sangat bersaing, diharapkan MPV entry level ini mampu bersaing dengan para kompetitor di kelas yang sama seperti Honda Mobilio, Toyota Avanza, Daihatsu Xenia dan Suzuki Ertiga.

Eksterior Datsun Go + (Plus) Panca
Dari luar, sama sekali tidak ada terlihat perbedaan antara Datsun Go hatchback dan Datsun Go + kecuali dari dimensi dan wheelbase yang lebih panjang. Dengan adanya penambahan row ketiga, maka dimensi panjang Go + menjadi 3.995 mm dan peningkatan lebar keseluruhan menjadi 1635mm serta tinggi 1490mm. 
Eksterior Datsun Go + (Plus) Panca 2015 2016
Foto Eksterior Datsun Go + (Plus) Panca 
Interior Datsun Go + (Plus) Panca
Bergerak ke dalam kabin, interior terlihat menggunakan two-tone yang terlihat menarik. Namun di luar hal itu, tidak ada banyak yang dapat diharapkan dari kabin nya. Meskipun Datsun mengklaim telah menaikkan kualitas material plastik yang digunakan menjadi kulit lembut yang polanya seperti gandum. Namun, tak lebih baik dari Datsun Go hatchback. Persamaan di interior juga dapat terlihat jelas melalui desain dashboard secara keseluruhan, fitur dan roda kemudi. Uniknya, kursi baris depan yang membentang dari kiri hingga ke kanan juga turut dibenamkan, plus tuas transmisi manual yang diletakkan di konsol tengah. 
Interior Datsun Go + (Plus) Panca 2015 2016
Foto Interior Datsun Go + (Plus) Panca
Letak perbedaan yang paling umum adalah adanya baris ketiga. Baris pertama dan kedua memiliki legroom dan headroom yang layak seperti tipe hatchback. Namun sayangnya baris ketiga terkesan sangat sempit dan hanya dapat dihuni oleh anak-anak yang berpostur di bawah 150 cm.  Akibat dari penambahan kursi belakang ini, kapasitas bagasi hanya tersedia sebesar 40 liter saja, namun jika dilipat split kapasitasnya bertambah menjadi 347 liter.

Performa Mesin Datsun Go + (Plus) Panca


Tak ada perubahan yang terjadi di sektor dapur pacu dimana masih menggunakan mesin 1.2 liter HR12DE dengan konfigurasi 3 silinder segaris seperti saudaranya. Untuk menopang beratnya yang telah membengkak, mesin adopsi dari Nissan March ini kembali disetel untuk meningkatkan tenaganya agar sesuai. Setelan yang dilakukan menghasilkan peningkatan sekitar 2 HP menjadi 68 HP @5.000 RPM. Sedangkan torsi masih sama dengan Go hatchback, yaitu sebesar 104 HP @4.000 RPM.
Foto Mesin Datsun Go + (Plus) Panca 2016
Foto Mesin Datsun Go + (Plus) Panca
Impresi dan Handling Datsun Go + (Plus) Panca
Dikawinkan dengan transmisi manual 5 kecepatan, performa GO + pada gigi 2 dan 3 benar-benar nyaman untuk penggunaan di dalam kota ataupun luar kota. Memiliki radius putar 4,6 meter, MPV khusus ini mudah ditangani di jalanan yang padat merayap. Semua hal itu ditambah lagi oleh kinerja cakram depan dan tromol belakang yang sangat baik. Namun sayangnya, peredaman kabin tercatat sangat buruk, pada kecepatan 100 kpj saja, suara gemuruh angin dapat terdengar dan jelas menggangu kenyamanan.

Spesifikasi Datsun Go + (Plus) Panca
  • Mesin : 1.2 liter HR12DE 3 silinder segaris 12 katup.
  • Tenaga :  68 HP @ 5.000 rpm.
  • Torsi : 104 Nm @ 4.000 rpm.
  • Konsumsi BBM : 12-14km / L (dalam kota); 15-18km / L (luar kota).
  • Transmisi: manual 5 percepatan, matic 4 percepatan dicanangkan pada tahun 2016.
  • Suspensi: Depan McPherson strut independen, belakang torsion beam.
  • Rivals: Honda Mobilio, Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Nissan Evalia, dan Suzuki Ertiga.
  • Penjualan: 2014 - sekarang.

Harga Baru
Tipe D : Rp 92.850.000
Tipe A : Rp 100.450.000
Tipe A Option : Rp 100.950.000
Tipe T : Rp 108.000.000
* harga Oktober 2015, dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Harga Bekas
Tipe D : 60 jutaan
Tipe A : 70 jutaan
Tipe A Option : 70 jutaan
Tipe T : 85 jutaan

Kelebihan Datsun Go + (Plus) Panca
  • Kabin terluas di kelasnya.
  • Bagasi besar berkapasitas 296 liter.
  • Adanya airbag pada posisi driver.
  • Legroom sangat lega.
  • Mesin responsif dan berkemampuan tinggi.
  • Harga miring.
  • Penggereman handal.
  • Konsumsi BBM sangat irit.
  • Sparepart dan biaya perawatan murah.

Kekurangan Datsun Go + (Plus) Panca
  • Tidak ada fitur keselamatan tambahan seperti ABS, EBD dan airbag penumpang.
  • Material jok murahan.
  • Minim fitur kabin.
  • Tempat penyimpanan kabin minim.
  • Kursi baris depan mirip mobil pengangkut barang.
  • Velg kecil.

Demikian ulasan lengkap mengenai review spesifikasi serta keunggulan dan kelemahan Datsun Go + (Plus) Panca. Banyak orang mengira bahwa Go + Panca merupakan versi luas dan lebih mewah dari Go hatchback. Namun faktanya jauh berbeda. Bahkan jika spesifikasinya dibandingkan secara detail, Go hatchback lebih baik pada semua sektor, meliputi performa mesin dan handling. Embel-embel + (plus) hanyalah terletak pada kabinnya yang mendapatkan row ketiga. Harga yang ditawarkan pun sedikit lebih murah dari versi hatchbacknya, kecuali untuk tipe tertinggi.

sumber : http://www.topgir.com