Showing posts with label ban. Show all posts
Showing posts with label ban. Show all posts

Wednesday, 17 February 2016

Peranan ban pada kendaraan

Peranan ban pada kendaraan sangat vital fungsinya. Jika tidak sesuai atau sudah botak, tidak hanya perjalanan menjadi tidak nyaman, tapi juga menyangkut nyawa para pengendara dan penumpangnya. Banyak yang harus diperhatikan saat membeli ban karena tidak semua ban sesuai dengan kendaraan yang digunakan. Dengan bantuan Lili Ependi, Section Head R&D PT. Multistrada Arah Sarana (MASA), produsen ban Achilles dan Corsa, berikut tips-tips yang bisa diaplikasikan Anda agar tetap aman dan selamat di jalan.

1.     Pastikan melihat tanggal produksi yang bisa dilihat di dinding ban bagian luar. Contohnya DOT 01-11 yang berarti diproduksi pada minggu pertama tahun 2011. Makin lama tanggal produksinya, ban akan semakin keras dan kurang nyaman. “Semakin muda tanggalnya, berarti ban tersebut semakin bagus,” ujar Lili.
2.     Umur ban yang bagus usianya tidak lebih dari tiga tahun. Jika menemukan tanggal produksi yang sudah tiga tahun, sebaiknya cari ban lain. Jadi jangan tergiur harga murah karena bisa jadi ban tersebut sudah tidak layak pakai.
3.     Saat memilih, jangan hanya melihat sisi fashion dari tampilan luar ban saja. Alur atau kembangan yang bagus sah-sah saja digunakan tapi lihat bentuknya. “Ada tiga faktor penting saat memilih yaitu kembangan, compound dan konstruksi. Kembangan berbentuk V atau garis bagus untuk di kondisi basah tapi akan sedikit berisik di kondisi kering.
4.     Pilihlah ban tubeless karena ban tanpa ban dalam ini lebih aman, awet dan konstruksinya lebih bagus. Harganya memang lebih mahal saat beli, tapi ingat ban tube type jika bocor harus ditambal dan jika lebih dari tiga kalli ditambal harus beli ban dalam baru. Sedangkan ban tubeless selama paku yang menancap belum dicabut, maka kendaraan masih bisa jalan.
5.     Hindari membeli ban vulkanisir atau ban bekas karena berpotensi menjadikan berkendara tidak aman. Pasalnya ban yang sudah tipis akan memberikan grip ke aspal yang tidak maksimal. (M. Lulut)

sumber : oto.co.id

tekanan angin

Setelah mengetahui cara membeli ban yang benar, selanjutnya adalah melakukan perawatan terhadan ban tersebut. Sebenarnya merawat ban agar awet dan aman ini sangat mudah, tapi terkadang hal-hal kecil sering dilupakan pengendara. Berikut kembali tips dari Lili Ependi, Section Head R&D PT. Multistrada Arah Sarana(MASA), produsen ban Achilles dan Corsa, yang bisa diterapkan.

1.     Periksa selalu tekanan angin ban sesuai dengan yang disyaratkan pabrikan. Jika perlu, lakukan pemeriksaan setiap hari sebelum berangkat.
2.     Pengisian angin ban yang benar dilakukan pada pagi hari. Sebab, pada suhu dingin, angin yang masuk merupakan tekanan ideal. Jika mengisi setelah kendaraan digunakan, maka tekanannya akan meningkat karena gesekan ban dengan permukaan jalan.
3.     Sebaiknya gunakan angin jenis nitrogen karena cenderung membantu meredam panas sehingga tekanan angin tetap ideal.
4.     Bersihkan kerikil-kerikil yang menempel di sela-sela kembangan ban. Batu kerikil tersebut jika didiamkan berpotensi merobek kendaraan. “Karena bergesekan dengan aspal, maka ban akan panas dan melunak. Jika dibiarkan batu kerikil tersebut akan terus masuk lebih dalam,” tukas Lili.
5.     Jika kendaraan jarang digunakan tapi ban sudah menempel selama tiga tahun, sebaiknya lakukan penggantian dengan ban baru. Usia tiga tahun bagi ban merupakan umur maksimal karena ban makin lama akan makin keras dan mudah getas.
6.     Saat kendaraan ditinggal lama di garasi karena pergi keluar kota atau mudik, usahakan kontak antara ban dengan lantai diminimalisir. Pasalnya jika dibiarkan terlalu lama, konstruksi baja pada ban akan berubah menjadi tidak bulat utuh lagi. Hal ini akan berpotensi membuat ban benjol dan tidak nyaman digunakan. Solusinya, untuk mobil sebaiknya diangkat pake dongkrak dan motor setidaknya memfungsikan standar tengah agar ban tidak terlalu berat membawa beban kendaraan. (M. Lulut)

sumber : oto.co.id

Sunday, 24 January 2016

Semir BanTernyata Bisa Bikin Kilap Bodi Motor


Semir ban ternyata bisa juga digunakan untuk bahan mengkilapkan bodi motor. MTVN/Ekawan Raharja


Metrotvnews.com, Jakarta: Motor kusam adalah hal yang banyak dihindari oleh para bikers. Lantaran kalau diajak nongkrong alias kongkow, masih bisa lebih percaya diri memperlihatkannya kepada rekan bikers yang lain. Namun seiring pemakaian dan usia, bakal muncul banyak baret dan warna lebih kusam.
Rahmat, salah seorang bikers di Jakarta, membeberkan kondisi motor yang kusam bisa dibikin jadi mengkilap lagi dengan biaya yang lebih murah. Yaitu dengan menggunakan komponen semir ban. Bagian bodi motor bisa dioleskan dengan semir ban sehingga kembali mengkilap.

“Kalau habis dicuci, bodi motor bisa dioles pakai semir ban. Nanti tampilannya akan lebih mengkilap dan kembali cerah," ujarnya saat ditemui di rumahnya di bilangan Pondok Gede Bekasi.

Caranya pun cukup mudah, bagian yang ingin terlihat mengkilap, tinggal diioleskan dengan semir ban, setelah dicuci terlebih dahulu. Namun, jangan langsung menuangkan cairan semir ban ke bodi motor. Tuangan sedikit terlebih dahulu ke spons atau lap kanebo, kemudian baru usapkan lap tersebut ke bodi motor yang kusam.

Cairan semir ban tidak hanya berkhasiat untuk bagian dek motor saja. Beberapa bagian yang bertekstur kulit jeruk seperti sepakbor belakang, konsol tengah, atau cover knalpot bisa dibuat kian mengkilap dengan cairan tersebut.

"Tetapi jangan terlalu banyak ketika menuangkan cairan semir ban ke lap yang akan digunakan. Jika terlalu banyak menuangkannya, bodi motor akan tampak belang ketika sudah kering nantinya.'"
sumber :http://otomotif.metrotvnews.com/read/2015/06/03/132548/semir-ban-ternyata-bisa-bikin-kilap-bodi-motor

Friday, 28 November 2008

cara mengerem darurat yang benar

Beruntunglah jika anda memiliki mobil ber- ABS. Artinya, di keadaan darurat anda tinggal tekan pedal rem sekeras mungkin tanpa takut ban mengunci, dan mobil masih bisa dikendalikan. Namun bagi pemilik mobil tanpa ABS, ada dua cara yang bisa dilakukan dalam keadaan darurat, sehingga mobil masih mampu berhenti cepat dan masih dalam kendali.

■treshold
Injaklah pedal rem sekeras mungkin, tapi jangan sampai roda mengunci, kurangi injakan rem. Selalu jaga kekuatan injakan rem berada dititik kritis. Tapi cara ini memang sulit serta membutuhkan adaptasi terhadap karakter mobil, ban , jalan.
■ pulse
Sesuai namanya, anda membuat injakan rem. Caranya, tendanglah keras pedal berulang kali sampai mobil berhenti. Kunci dari cara ini adalah kecepatan tendangan.makin cepat frekuensi dan kekuatan tending, makin cepat pula mobil berhenti. Cara ini melelahkan, tapi sangat efektik di jalan licin.

BAN adalah nyawa anda

Unsur penting pada kemampuan pengereman mobil adalah ban. Komponen ini menjadi satu-satunya penghubung antara mobil anda dengan permukaan jalan. Jika kondisinya tak terpantau, jelas jarak pengereman jadi panjang. ban botak, keausan permukaan ban tak merata atau kurang tekanan bisa memperburuk performa pengereman. Mobil pun makin sulit dikendalikan atau malah jadi liar saat direm mendadak. Jadi pastikan kondisi keempat ban mobil dicek sebelum melakukan perjalanan.

Sunday, 26 October 2008

Tekanan udara dalam ban



Adalah penting sekali untuk memeriksa tekanan udara ban Anda sekurang-kurangnya sekali dalam sebulan dengan menggunakan alat pengukur yang akurat. Kelebihan atau kekurangan tekanan udara akan menyebabkan keausan ban yang abnormal dan sebelum waktunya, yang pada gilirannya akan menyebabkan panas yang berlebihan, pemborosan BBM atau bahkan bahaya yang diakibatkan kerusakan ban. Periksalah tekanan ban ketika masih dalam kondisi dingin dan sudah beberapa jam tidak dijalankan. Kalau Anda Jalan satu kilometer saja, tekanan udara dalam ban akan meningkat dan pengukuran tidak akurat lagi. Kalau tekanan udara terus berkurang, itu tandanya ada yang tidak beres pada ban ataupun velg. Bawalah mobil Anda ke dealer Goodyear yang profesional bila Anda mengalami situasi seperti ini.

Tire specification upgrade


Cara lain untuk mengupgrade adalah membeli velg dan ban yang lebih besar dengan memperhatikan batas-batas keamanan yang ditetapkan oleh pembuat mobil. Tujuan utama mereka yang melakukan upgrade ini adalah meningkatkan penampilan mobil mereka, sementara peningkatan daya cengkeram, keselamatan dan pengendalian hanya merupakan manfaat tambahan saja. Manfaat ini tetap saja ada artinya, sehingga upgrade semacam ini sama dengan sambil menyelam minum air.
Dari analisis yang sederhana di atas, mungkin pembaca berpikir bahwa pilihan ke dua adalah yang lebih baik. Selain memberikan manfaat dari opsi pertama, opsi ini juga meningkatkan profil mobil Anda. Jangan lupa bahwa ban yang lebih besar berarti berat mobil yang lebih besar pula. Ditambah dengan daya cengkeram yang lebih kuat karena ban yang lebih lebar, hal ini bisa mengurangi kemampuan berakselerasi (salah satu aspek kinerja). Pilihan ke dua juga lebih mahal, karena untuk membuat ban yang lebih besar dan lebih lebar dibutuhkan material yang lebih baik pula.

Oleh sebab itu, ada beberapa pertimbangan yang harus dipikirkan sebelum memilih opsi yang lebih baik buat Anda:

1、 Apakah Anda benar-benar tidak puas dengan spesifikasi ban yang Anda gunakan saat ini?
2、 Apakah Anda ingin meningkatkan satu atau dua aspek saja? Misalnya suara gesekan dengan jalan, pengendalian dalam genangan air atau daya cengkeram?
3、 Apakah ada kemungkinan mendapatkan upgrade dalam paket murah, yang termasuk velg dan ban?
4、 Apakah mobil Anda mampu memanfaatkan performa ban yang lebih besar?

Pemilik mobil baru sebaiknya tidak tergesa-gesa mengupgrade velg yang diberikan pabrik, karena ban yang sudah terpasang akan menjadi biaya yang tidak bisa ditutupi. Yang harus menjadi pertimbangan adalah apakah Anda dapat menerima performa ban dari pabrik untuk sementara. Upgrading dapat dipertimbangkan kalau sudah tiba waktunya untuk mengganti ban Anda.

Anda juga harus mempertimbangkan tenaga mesin mobil Anda (horsepower, atau hp) sebelum memutuskan untuk mengganti ban. Kalau tenaganya kecil, Anda tidak akan meningkatkan performa dengan menggunakan ban yang lebih besar. Misalnya, kebanyakan mobil di Indonesia termasuk kategori mobil penumpang bermesin 1.000 cc sampai 1.500 cc. Kebanyakan mobil dalam kategori ini beratnya adalah 1 sampai 1,2 ton dan memberikan tenaga sebesar 115 hingga 135 hp serta menggunakan ban-ban berukuran 185/60R14. Dalam hal ini, peningkatan kinerja dapat dicapai bila ban diganti dengan 185/65R14 atau lebar ban dikurangi menjadi 175 milimeter. Namun, kebanyakan pemilik mobil justru memilih 195/50R15 atau 195/55R15, yang berakibat berat yang bertambah dan konsumsi BBM yang boros.

Sebaliknya, bila kendaraan Anda memberikan hp di atas 200, mengganti ukuran dan lebar ban mungkin akan meningkatkan pengendalian karena cengkeraman yang lebih baik.

Setelah Anda memutuskan untuk mengupgrade ban-ban Anda, Anda harus mengerjakan PR Anda. Ban mana yang terbaik yang masih berada dalam anggaran Anda? Merek mana saja yang terbaik. Desain tapak seperti apa yang Anda lebih sukai? Biasanya, semakin berat ban, semakin dalam dan semakin elok desain telapaknya, dan sekaligus lebih baik pula daya cengkeramnya.

Bagi seorang pemilik mobil, yang paling penting adalah mengetahui ukuran velg maksimum yang dapat dipasang di mobilnya. Ada cara mudah untuk mengetahuinya. Diameter velg yang baru tidak boleh melampaui 3% lebih besar daripada yang orisinal. Umpamanya:

Dengan mengambil spesifikasi 185/60R14 sebagai contoh, dengan ukuran diameter orisinal sebagai berikut:

Diameter velg: 14 inci, 14 inci×2,54 cm=35,56 cm.
Dinding pinggir: 60% dari permukaan ban,18,5 cm×0,6=11,1 cm.

Tetapi, karena setiap velg memiliki dua dinding samping, keduanya harus dikalikan 2.
Dinding samping: 11,1 cm×2=22,2 cm.
Diameter: 35,56 cm+22.2 cm=57.76 cm

Mungkinkah mengupgrade ke ban 195/50R15?

Diameter velg: 15 inci, 15 inci×2,54 cm=38,1 cm.
Dinding samping: 50% dari permukaan ban, 19,5 cm×0,5=9,75 centimeters,

Sebagaimana sebelumnya, karena setiap velg memiliki dua dinding samping, , dinding-dinding samping ini harus dikalikan 2.

Dinding samping: 9,75 cm×2=19,5 cm
Diameter: 38,1 cm+19.5 cm=57.6 cm

Bila dibandingkan dengan ban berspesifikasi 185/60R14 yang memiliki diameter 57,76 cm, perbedaannya hanya 0,3%, yang masih berada dalam batas-batas yang diperbolehkan.

Tetapi bagaimana kalau kita hanya memperbesar permukaan ban tanpa mengganti ketebalan dinding samping yang menggunakan ban 195/60R14?

Diameter velg: 14 inci, 14 inci×2,54 cm=35,56 cm
Dinding samping: 60% dari permukaan ban, 18,5 cm×0,6=11,7 cmx2=23,4 cm
Diameter: 35,56 cm+23,4 cm=58,96 cm.

Dibandingkan dengan ban berspesifikasi 185/60R14 dengan diameter ban sebesar 57,76 cm, perbedaan kini mencapai 2%, yang sebenarnya masih dalam batas-batas yang dimungkinkan. Namun, karena diameter telah berubah banyak sekali, lingkar luar ban juga telah berubah, sehingga speedometer tidak akurat lagi. Lebih penting dari itu, ukuran ban yang semakin besar mungkin membuat velg bergesekan dengan dinding mobil setiap kali kemudi dibelokkan sampai maksimum. Hal ini akan menyebabkan keausan yang tidak merata pada ban.

Apa yang dimaksudkan dengan “Plus 1” dan “Plus 2” dalam gambar di bawah ini?

“Plus 1” berarti bahwa jika ketebalan ban dikurangi dari 70 menjadi 60, ukuran ban harus satu inci lebih besar untuk menjaga agar panjang lingkar luar ban tidak berubah.

“Plus 2” berarti bahwa jika ketebalan ban diturunkan dari 70 ke 50, ukuran ban harus 2 inci lebih besar.

Tabel di bawah ini berisikan daftar spesifikasi yang biasa, ketebalan dan ukuran velg ban.

70" 65" 60" 55" 50" 45" 40" 35"
165/
70R13
175/
65R13
175/
60R14
185/
55R14
175/
65R14
185/
60R14
195/
55R14
195/
50R15
175/
70R13
185/
65R13
185/
60R14
195/
55R14
195/
50R15
185/
65R14
195/
60R14
195/
55R15
195/
50R16
205/
45R16
185/
70R13
185/
65R14
195/
60R14
195/
55R15
205/
50R15
205/
45R16
195/
65R14
195/
60R15
205/
55R15
205/
50R16
215/
40R17
215/
40R17
185/
70R14
195/
65R14
205/
60R14
205/
55R15
205/
50R16
225/
45R16
195/
65R15
205/
60R15
205/
55R16
215/
50R16
215/
45R17
225/
40R17
225/
40R17
195/
70R14
205/
65R14
215/
60R14
215/
55R15
225/
50R15
215/
45R17
225/
40R17
225/
40R17
205/
65R15
215/
60R15
215/
55R16
225/
50R16
225/
45R17
235/
40R17
235/
40R17
205/
70R14
205/
65R15
215/
60R15
215/
55R16
215/
50R17
225/
45R17
225/
40R18
225/
40R18
215/
65R15
225/
60R15
225/
55R16
235/
50R16
235/
45R17
235/
40R18
235/
40R18
205/
70R15
215/
65R15
225/
60R15
225/
55R16
235/
45R17
235/
40R18
235/
40R18
225/
60R16
225/
55R17
235/
50R17
255/
35R18
255/
35R18
215/
70R15
215/
65R16
225/
60R16
235/
50R17
255/
35R18
255/
35R18
235/
60R16
235/
55R17
245/
45R18
265/
35R18
265/
35R18

Friday, 24 October 2008

Keausan ban

Mengamati Batas Keausan Ban

Menipisnya telapak ban mempunyai resiko yang tinggi, selain menyalahi pemakaian prosedur ban resiko pecah di jalan bisa mengakibatkan kecelakaan. Hal itu karena pemilik mobil kurang memperhatikan batas ketebalan telapak ban. Oleh pabrik pembuatnya sebelum ban keausan setiap ban yang diproduksi diberi tanda khusus. Bagaimana mengetahui batas keausan ban ?

Simak berikut ini :


Tanda batas keausan ban bisa disimak pada sisi atau dinding ban berbentuk panah atau segitiga. Lebih dikenal dengan tread wear indicator (TWI). Pada sekeliling dinding ban tercantum 6 tanda tersebut yang menunjukkan batas keausan ban.

Menurut Asosiasi Perusahaan Ban, batas minimal ketinggian telapak ban adalah 1.6 mm diukur berdasarkan kondisi permukaan ketebalan telapak yang rata dengan tanda TWI. Jika melewati batas tersebut ban sebaiknya diganti.

Simbol keausan ban yang lainnya berbentuk benjolan yang terletak di dalam alur posisinya sejajar dan segaris dengan patokan tanda TWI. Simbol ini dimaksudkan sebagai tanda peringatan keausan ban yang diukur dari dasar telapak ban.

Hal yang membahayakan bila sudah tampak lapisan serat benang atau baja. Hal ini bisa berisiko ban pecah ditengah jalan. Setidaknya ban diganti dalam jangka waktu setiap 60.000 km tergantung dari jam terbang kendaraan. Pada kondisi normal usia pemakaian ban rata-rata 2-3 tahun.

Biasakan memperhatikan tekanan angin ban karena porsi isi angin yang benar akan meratakan keausan ban. Tekanan ban yang kurang mengakibatkan pengikisan pada kedua sisi ban atau volume angin yang berlebihan menyebabkan pergesekan besar pada bagian tengah telapak ban.

Car Memeriksa ban

Tekanan ban harus sesuai dengan yang telah ditetapkan. Periksalah tekanan ban pada waktu-waktu tertentu dan tambahkanlah udara apabila diperlukan. Berikut ini hal-hal yang harus anda perhatikan sehubungan dengan tekanan ban pada kendaraan anda :

Pemeriksaan tekanan ban dapat dilakukan dengan alat pengukur tekanan ban. Tambahkan udara apabila diperlukan sesuai ukuran yang tepat.


Tekanan ban yang terlalu tinggi dapat menimbulkan perasaan kurang nyaman, dapat menyebabkan keausan yang terlalu cepat pada bagian tengah dari puncak ban dan mempercepat kerusakan-kerusakan pada beberapa bagian dari kendaraan (terutama di tempat-tempat sambungan).
Tekanan ban juga jangan terlalu rendah, bagian tepi dari puncak ban akan menjadi aus terlebih dahulu. Pada waktu kendaraan bergerak dinding sisi dan sirip ban akan tertekuk atau tertarik sehingga ban akan bertambah besar, sehingga pemakaian bahan bakarnya akan bertambah banyak dan penyetirannya lebih berat.
Tekanan ban dapat diperkirakan dengan melihat bentuk ban. Namun anda harus terbiasa dan terlatih melihat bentuk ban dengan tekanan udara yang tepat. Perhatikan bentuk dan panjang bidang kontak antara ban dan jalan yaitu untuk melihat kekembungan atau kekempisan ban. Sebaiknya dilakukan dari depan samping.
Untuk memeriksa tekanan ban kendaraan berat atau dalam keadaan gelap cara yang praktis dan efektif adalah dengan pukulan. Pukullah ban dengan palu, atau tendanglah ban dengan kaki, sambil perhatikan bunyi dan kekerasan pantulan yang dapat dirasakan oleh tangan atau kaki. Cara ini juga memerlukan kebiasaan dan latihan membandingkan dengan ban yang tekanan udara nya tepat. Ban yang kurang tekanannya akan memberikan bunyi yang berat dengan pantulan yang ringan.